UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Curi Perhatian di Indonesia Fashion Week 2026

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:40 WIB
UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Curi Perhatian di Indonesia Fashion Week 2026

Sebelas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Pertamina Patra Niaga berhasil memikat pengunjung dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026. Keikutsertaan mereka merupakan wujud nyata komitmen perusahaan untuk memperluas akses pasar produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing industri kreatif Tanah Air.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. "UMKM tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak kreativitas dan kearifan lokal," ujarnya dalam keterangan pers, Minggu (2/8/2026).

Program Community Involvement and Development (CID) menjadi payung bagi partisipasi UMKM binaan tersebut. Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga berupaya memperkenalkan produk unggulan lokal ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan pelaku usaha di seluruh wilayah operasionalnya.

Beragam produk yang dipamerkan mendapat respons positif dari pengunjung. Tia Nyono, misalnya, mengaku langsung tertarik dengan koleksi perhiasan mutiara dari UMKM Vite. "Ketika sampai di acara Indonesia Fashion Week, saya langsung tertuju sama booth Pertamina Patra Niaga, karena di dalamnya ada hasil karya dari UMKM lokal yang sangat bagus dan belum pernah saya lihat di mana pun," tuturnya. Ia pun akhirnya membeli cincin berbahan perak berhias mutiara.

Pengunjung lain, Lisa, juga membeli busana karya UMKM Narita Shibori setelah melihat koleksi yang ditampilkan. Awalnya, ia sempat heran melihat booth perusahaan energi di ajang fesyen. "Saya tadi juga bertanya-tanya, apa hubungannya Pertamina dengan fashion? Dan ternyata ini adalah bagian dari program CSR Pertamina Patra Niaga. Luar biasa, saya sangat senang dan sangat mendukung," katanya.

Vite merupakan UMKM yang memproduksi kerajinan perak dengan tingkat kemurnian 92,5 persen dan seluruh produknya dibuat secara handmade. Berkat pendampingan Pertamina Patra Niaga, produk Vite kini telah menembus pasar ekspor ke Aljazair, Panama, dan Malta. Sementara itu, Narita Shibori mengembangkan produk fesyen dengan melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki nilai sosial.

Selain Vite dan Narita Shibori, sembilan UMKM binaan lainnya yang turut berpartisipasi dalam IFW 2026 adalah Dara Baro, Guns Leather, Ramiza Boutique, Meeta Fauzan, Dimas Batik, UD Tenun Sumber Rejeki, Jokotole, Besolek, dan Mahacinta Jewelry. Mereka berasal dari wilayah operasional Pertamina Patra Niaga di Jawa Bagian Barat, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Sumatera Bagian Selatan, serta Sumatera Bagian Utara.

Melalui keikutsertaan dalam IFW 2026, Pertamina Patra Niaga berharap semakin banyak produk UMKM lokal yang mampu bersaing di pasar global. Perusahaan optimistis pembukaan akses promosi dan pemasaran yang lebih luas akan mendorong pelaku UMKM naik kelas sekaligus memperkuat kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian nasional.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags