Hamas Tuding Israel Sengaja Gagalkan Gencatan Senjata Fase Kedua

- Senin, 03 Agustus 2026 | 06:30 WIB
Hamas Tuding Israel Sengaja Gagalkan Gencatan Senjata Fase Kedua

Hamas menuding Israel berupaya menggagalkan kesepakatan gencatan senjata fase kedua yang telah dicapai melalui mediasi sejumlah negara dan Amerika Serikat. Tudingan itu muncul di tengah meningkatnya serangan militer Israel di Gaza, yang dalam sehari menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina.

Serangan pada Minggu (2/8/2026) itu dinilai Hamas sebagai eskalasi yang disengaja oleh pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Kelompok yang menguasai Gaza itu menyebut langkah Israel bertujuan menghalangi implementasi kesepakatan yang telah disepakati dengan para mediator, termasuk pemerintahan AS.

Dalam pernyataannya, Hamas mendesak negara-negara mediator dan penjamin perjanjian untuk memikul tanggung jawab mereka. Mereka diminta mengutuk serangan Israel dan segera menekan Tel Aviv agar menghentikan operasi militernya serta mematuhi isi perjanjian.

"Serangan tersebut sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," demikian bunyi pernyataan Hamas, Senin (3/8/2026).

Hamas juga menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah hukum guna meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel. Seruan serupa sebelumnya disampaikan Dewan Perdamaian yang mendesak adanya langkah perlindungan bagi warga Palestina, yang disebut masih menghadapi ancaman genosida dan pengusiran.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags