Seruan boikot terhadap film terbaru Spider-Man: Brand New Day kian meluas di media sosial. Aksi ini digerakkan oleh aktivis pro-Palestina, termasuk jurnalis Gaza Bisan Owda, serta lembaga seperti Kampanye Boikot Pendukung Israel di Lebanon. Mereka menyoroti keterlibatan produser veteran Avi Arad, yang dinilai mendukung kebijakan Israel di Gaza dan Lebanon Selatan.
Avi Arad, produser Amerika kelahiran Ramat Gan, Israel, telah memegang peran kunci dalam waralaba Spider-Man sejak 2002. Namun, rekam jejaknya menjadi sorotan. Dr. Rahmeh Aladwan, dokter keturunan Palestina, menyerukan boikot dengan menyebut Arad sebagai mantan tentara Israel yang bertugas dalam Perang Enam Hari 1967. Menurutnya, peristiwa itu berujung pada pendudukan ilegal atas Yerusalem Timur, termasuk Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci.
Selain itu, Arad secara terbuka mendukung Israel selama konflik di Gaza dan menentang gencatan senjata. Pada 2024, ia menulis surat terbuka yang membela Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mengecam Senator AS Chuck Schumer yang menyerukan pemilu baru di Israel. Para aktivis menilai dukungan politik ini sebagai bentuk pembelaan terhadap kebijakan militer yang menimbulkan korban sipil.
Alasan finansial juga menjadi pertimbangan. Membeli tiket bioskop untuk menonton Spider-Man: Brand New Day dianggap sama saja dengan memberikan dukungan finansial tidak langsung kepada figur yang mendukung kebijakan militer Israel. Oleh karena itu, boikot ini diharapkan dapat menekan pihak-pihak yang terlibat dalam produksi film tersebut.
Artikel Terkait
Boikot Film Spider-Man Terbaru di Lebanon karena Produser Pro-Israel
Spider-Man: Brand New Day Tayang, Tom Holland Bawa Babak Lebih Dewasa
For Revenge Ciptakan Lagu Orisinal untuk Film Spider-Man: Brand New Day
Petisi Boikot Sarwendah Tembus 81.600 Tanda Tangan, Ruben Onsu Buka Suara