Dua kabar besar mewarnai pemberitaan hari ini, Kamis (6/8). Di industri hiburan, film Spider-Man: Brand New Day mencetak rekor box office fantastis hanya dalam sepekan penayangan, sekaligus menggeser Toy Story 5 dari puncak film terlaris tahun ini. Sementara di sektor investasi, Danantara mengungkapkan tawaran kepemilikan saham di sebuah bandara internasional Arab Saudi.
Raup Rp 20,6 Triliun dalam Sepekan
Spider-Man: Brand New Day, garapan Sony Pictures dan Marvel Studios, resmi menjadi film terlaris sepanjang 2026 setelah hanya tujuh hari tayang. Film yang dibintangi Tom Holland dan Zendaya ini mengumpulkan pendapatan sekitar USD 1,15 miliar atau setara Rp 20,6 triliun. Rinciannya, USD 449 juta berasal dari pasar Amerika Utara dan USD 706,3 juta dari pasar internasional. Angka tersebut melampaui perolehan Toy Story 5 yang mencapai USD 1,067 miliar.
Selain memecahkan rekor pendapatan, Brand New Day juga mencatatkan sejumlah pencapaian bersejarah. Film ini menjadi yang tercepat menembus USD 400 juta di pasar domestik, hanya dalam empat hari. Di Amerika Utara, ia juga mencatat pendapatan tertinggi untuk hari Senin dan Selasa sepanjang sejarah. Secara global, film ini menjadi yang tercepat kedua meraih USD 1 miliar, hanya kalah dari Avengers: Endgame.
Presiden Marvel Studios Kevin Feige mengaitkan kesuksesan ini dengan daya tarik karakter Spider-Man yang tetap relevan selama beberapa dekade, ditambah performa Tom Holland yang kembali memerankan Peter Parker.
Danantara Ditawari Saham Bandara Madinah
Di sisi lain, CEO Danantara yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa perusahaannya mendapat tawaran untuk memiliki porsi saham di Bandara Madinah, Arab Saudi. Tawaran tersebut muncul dalam rangkaian pertemuannya dengan pemerintah Arab Saudi, termasuk penandatanganan nota kesepahaman kerja sama investasi dengan Menteri Investasi Arab Saudi Fahad bin Abduljalil Al-Saif di Jeddah pada Selasa (4/8).
Rosan menjelaskan bahwa tawaran tersebut disampaikan langsung kepadanya dan saat ini masih dalam tahap penjajakan awal. Tim Danantara rencananya akan segera bertemu dengan pihak pengelola bandara untuk membahas peluang investasi lebih lanjut. Ia belum mengungkapkan besaran porsi kepemilikan maupun nilai investasi yang akan dibahas dalam proses tersebut.
Artikel Terkait
Merger Asuransi BUMN Masih Dikaji, Bos Tugu Insurance: Penataan Industri Butuh Waktu
Danantara Ditawari Jadi Pemegang Saham Bandara Madinah
Danantara Dikabarkan Ajukan Minat Beli Saham BEI dalam Rencana Demutualisasi
Pemerintah Bebaskan Pajak Konsolidasi BUMN di Bawah Danantara Selama 3 Tahun