Gangguan Transmisi Listrik Padamkan Sejumlah Wilayah Jakarta dan Tangsel

- Senin, 03 Agustus 2026 | 07:12 WIB
Gangguan Transmisi Listrik Padamkan Sejumlah Wilayah Jakarta dan Tangsel

Sejumlah wilayah di Jakarta dan Tangerang Selatan mengalami mati listrik pada Senin (3/8) dini hari. Pemadaman ini disebabkan oleh gangguan pada sistem transmisi.

Komisaris Independen PLN, Andi Arief, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Dispatcher Distribution Control Center (DCC) Jakarta, gangguan terjadi pada PMT Incoming 20 kV yang berdampak pada sejumlah gardu induk. PMT atau pemutus tenaga adalah perangkat yang dikenal secara global sebagai circuit breaker.

"Gangguan PMT itu," kata Andi saat dikonfirmasi.

Gangguan terjadi pada pukul 04.59 WIB dan pasokan listrik mulai dipulihkan sekitar pukul 05.14 WIB. Imbas insiden ini, sebanyak 601.535 pelanggan terdampak pemadaman dengan total beban mencapai 197,5 megawatt (MW).

Gangguan juga berdampak pada 169 penyulang, 1.315 gardu distribusi, serta tujuh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), yakni Bandengan, Bintaro, Bulungan, Cengkareng, Ciputat, Kebon Jeruk, dan Menteng. Sejumlah gardu induk yang terdampak antara lain GI Bintaro, GI Bintaro Baru, GI Petukangan, GI Grogol, dan GI Grogol Baru.

Akibat gangguan tersebut, sejumlah kawasan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, hingga sebagian Tangerang mengalami pemadaman. Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Bintaro, Pondok Aren, Jombang, Rempoa, Veteran, Tomang, Tubagus Angke, hingga kawasan Grogol.

Selain permukiman, pemadaman juga sempat berdampak pada sejumlah fasilitas publik dan pelanggan prioritas, seperti Stasiun Pondok Ranji, Stasiun Sudimara, Rumah Sakit Pondok Indah, RS Premier Bintaro, RSUD Pesanggrahan, RS Suyoto, UIN Syarif Hidayatullah, Mall Taman Anggrek, Exchange Mall Bintaro, hingga fasilitas operasional KRL.

Meski demikian, Andi mengatakan proses pemulihan berlangsung cepat. Berdasarkan laporan DCC Jakarta, pasokan listrik mulai kembali menyala sekitar 15 menit setelah gangguan terjadi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags