Dr. Media Wahyudi Askar, akademisi dan ekonom yang dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah, mengisi khutbah Jumat di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 31 Juli 2026. Kehadirannya sebagai khatib menarik perhatian publik, mengingat belakangan ini namanya kerap menjadi sorotan melalui keterlibatannya dalam MBG Watch, sebuah inisiatif yang mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam khutbah yang bertema "Anak Muda, Ilmu, dan Amanah Keadilan", Media Wahyudi Askar mengawali dengan mengajak jamaah untuk tidak melupakan kondisi Palestina yang terus mengalami kekerasan oleh Israel. Pesan tersebut disampaikan di hadapan jamaah yang memadati masjid kampus.
Media Wahyudi Askar merupakan dosen di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik (DMKP) FISIPOL UGM. Selain mengajar, ia juga mendirikan Center of Economic and Law Studies (CELIOS), sebuah lembaga pemikir independen yang fokus pada keadilan fiskal, ketimpangan ekonomi, dan tata kelola berkelanjutan.
Gaya penyampaiannya yang tenang, berbasis data, dan kritis membuatnya kerap viral di media sosial. Melalui MBG Watch, ia secara kritis mempertanyakan transparansi data, dasar perhitungan target, serta efisiensi anggaran dalam program MBG agar tidak membebani APBN secara tidak produktif.
Video khutbah tersebut pun beredar luas di media sosial. Dalam unggahan di platform X, akun @RagilSemar mengomentari bahwa UGM perlu mengembalikan kebanggaan dan marwahnya pasca dinodai komedi ijazah absurd. Menurutnya, sosok Media Wahyudi Askar adalah salah satu di antara banyak orang yang membanggakan UGM.
Artikel Terkait
PTUN Jakarta Kuatkan Putusan KIP, UGM Harus Serahkan Tujuh Dokumen Akademik Jokowi
PTUN Jakarta Menolak Banding UGM, Ijazah Jokowi Wajib Dibuka ke Publik
PTUN Tolak Banding UGM, Salinan Ijazah dan Transkrip Nilai Jokowi Tetap Informasi Terbuka
PTUN Tolak Keberatan UGM, Salinan Ijazah dan Transkrip Jokowi Tetap Informasi Terbuka