Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Iran telah menyetujui pembukaan penuh Selat Hormuz sebagai bagian dari kerangka kesepakatan damai. Klaim ini disampaikan bersamaan dengan pengumuman pembatalan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran.
Trump menyebut keputusan membatalkan serangan diambil setelah ada kemajuan dalam perundingan. Menurut dia, Iran bersama sejumlah negara di Timur Tengah meminta AS menahan operasi militer karena batas-batas kesepakatan telah mulai disepakati.
Dalam pernyataannya pada Minggu WIB, Trump mengatakan proposal yang tengah dibahas mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara langsung dan menyeluruh, sekaligus kesepakatan untuk mengakhiri ancaman nuklir Iran.
Trump menjelaskan, garis besar kesepakatan yang kemungkinan akan disetujui Iran mencakup pembukaan Selat Hormuz secara penuh serta perjanjian mengenai program nuklir Teheran.
"Kami baru saja diminta oleh Iran, dan negara-negara Timur Tengah lain, untuk menahan diri dari serangan apa pun karena batasan kesepakatan telah disepakati. Ini akan mencakup pembukaan Selat Hormuz dengan segera, utuh, dan total, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran," tulis Trump di akun Truth Social.
Trump juga memastikan Israel akan mengikuti langkah AS dengan membatalkan serangan terhadap Iran. Namun, dia memperingatkan bahwa kesabaran Washington memiliki batas dan bergantung pada kesediaan Teheran untuk benar-benar mencapai kesepakatan.
Sebelumnya, AS telah menghentikan serangan terhadap Iran sejak Rabu lalu, meski Teheran tetap melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS, terutama di Yordania dan Kuwait.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan terbaru yang dilakukan pada Kamis dan Sabtu berhasil menghancurkan enam jet tempur siluman F-35 milik AS yang diparkir di pangkalan udara di Yordania. Klaim tersebut belum mendapat konfirmasi independen dari pihak AS.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah
Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS, Sebut sebagai Terorisme Ekonomi dan Pengalihan Isu