Pidato Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sempat tersendat di tengah acara. Penyebabnya, ajudannya mendekat dan menyampaikan pesan bahwa Presiden Prabowo Subianto memanggilnya.
Momen itu terjadi saat Bahlil memberikan sambutan dalam acara Training of Trainers Akademi Partai Golkar di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Senin (3/8/2026). Awalnya, Bahlil berkelakar bahwa kehadiran ajudannya itu mengganggu pidatonya.
"Kau merusak saya punya pidato saja ini," kelakar Bahlil.
Setelah berbicara sebentar dengan ajudannya, Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya dipanggil Presiden Prabowo. Ia pun meminta sang ajudan untuk bernegosiasi agar pertemuan bisa diundur hingga pukul 13.15 WIB.
"Ini baru kah? Bisa nggak jam 13.15? Kita baru mau pidato, hilang pikiran gara-gara dipanggil Presiden. Bos, negosiasi dulu. Kau kan lobi dulu, lobi, lobi, lobi," ujarnya.
Setelah itu, Bahlil kembali melanjutkan pidatonya yang berkaitan dengan acara Training of Trainers tersebut. Namun, beberapa saat kemudian, ajudannya kembali muncul di dekat tempatnya berpidato. Bahlil pun tampak senang karena ternyata pertemuan dengan Presiden Prabowo bisa diundur.
"Bisa? Oke, Hah? Oh, kau? Tambah lagi kalau begitu," katanya kepada ajudannya.
Bahlil kemudian menyebut momen tersebut sebagai ilmu 'mengolah' ala Partai Golkar. Menurutnya, fleksibilitas menjadi karakter yang membedakan partainya dengan partai lain.
"Nah, ini ini ini ilmu olah Golkar. Biasanya kalau yang lain kan datang harus tepat waktu, kita masih bisa. Nah, inilah ciri daripada kader Partai Golkar dan bukan kader Partai Golkar, fleksibel," imbuhnya.
Artikel Terkait
Dicolek Ajudan saat Pidato, Bahlil Kelakar Konsentrasi Buyar karena Dipanggil Prabowo
Bahlil Instruksikan Kaderisasi Golkar Berjalan Ketat, Tidak Ada Kelulusan Instan
Denny Indrayana: Jika Prabowo Jatuh, Indonesia Akan Alami Malapetaka
HBA Agustus 2026: Batu Bara Kalori Tinggi Turun, Kalori Sedang dan Rendah Naik