Dicolek Ajudan saat Pidato, Bahlil Kelakar Konsentrasi Buyar karena Dipanggil Prabowo

- Senin, 03 Agustus 2026 | 15:30 WIB
Dicolek Ajudan saat Pidato, Bahlil Kelakar Konsentrasi Buyar karena Dipanggil Prabowo

Momen jenaka mewarnai sambutan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam pembukaan Training of Trainers (ToT) Akademi Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (3/8). Di tengah pidatonya, Bahlil tiba-tiba menghentikan pembicaraan setelah seorang ajudan mendekat dan mencoleknya. Kejadian itu sontak mengundang tawa para peserta yang hadir.

Bahlil pun berkelakar bahwa konsentrasinya buyar karena ajudannya memberi kabar bahwa dirinya dipanggil Presiden Prabowo Subianto. "Kau merusak saya punya pidato saja ini," katanya kepada sang ajudan.

"Ini baru ya? Bisa enggak jam 13.15 WIB? Kita baru mau pidato, hilang pikiran gara-gara dipanggil Presiden. Bos, negosiasi dulu. Kau kan, lobi dulu, lobi lobi lobi. Memulai dari mana lagi? Bingung," lanjut Bahlil yang disambut tawa riuh peserta.

Setelah beberapa saat melanjutkan pidatonya, Bahlil kembali memanggil ajudannya. Ia meminta sang ajudan mencoba melobi agar jadwal pertemuannya dengan Presiden Prabowo dapat diundur sekitar 15 menit sehingga dirinya bisa menyelesaikan pidato. "Tadi ajudan saya bisa nggak lobi ke jam 13.15 itu? Bisa? Nah kalau nggak bisa, saya harus berakhir, tapi kalau bisa masih ada 15 menit," ujarnya.

Bahlil kemudian memastikan kembali apakah upaya melobi perubahan jadwal tersebut memungkinkan dilakukan. "Bisa nggak? Saya mohon maaf dipanggil oleh Bapak Presiden jam 13.00. Padahal tadi baru habis rapat," kata Bahlil.

Meski demikian, Bahlil tetap melanjutkan sambutannya. Ia masih menyampaikan sejumlah arahan terkait pentingnya penguatan kaderisasi Partai Golkar melalui Akademi Partai Golkar.

Tak lama kemudian, ajudan Bahlil mendatanginya kembali dan memberi gestur yang menandakan pertemuan dengan Presiden dapat diundur. Bahlil pun berseloroh bahwa kemampuan bernegosiasi merupakan salah satu ciri kader Partai Golkar. "Bisa? Hah? Oh, tambah lagi kalau gitu. Nah ini, ini, ini ilmu olah Golkar. Biasanya kalau yang lain kan datang harus tepat waktu, kita masih bisa. Nah, inilah ciri daripada kader Partai Golkar dan bukan partai Golkar, negosiasi," ujarnya yang kembali disambut gelak tawa peserta.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags