HBA Agustus 2026: Batu Bara Kalori Tinggi Turun, Kalori Sedang dan Rendah Naik

- Senin, 03 Agustus 2026 | 12:50 WIB
HBA Agustus 2026: Batu Bara Kalori Tinggi Turun, Kalori Sedang dan Rendah Naik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menyesuaikan harga batu bara acuan (HBA) untuk periode pertama Agustus 2026. Penyesuaian ini menunjukkan tren yang berbeda antarkalori: batu bara kalori tinggi justru mengalami penurunan, sementara kalori sedang dan rendah naik.

Untuk batu bara kalori tinggi dengan nilai kalori 6.322 GAR, HBA ditetapkan sebesar USD124,44 per ton, turun dari USD131,85 per ton pada Juli 2026. Sementara itu, HBA I dengan kalori 5.300 GAR naik dari USD89,90 menjadi USD93,27 per ton. HBA II (kalori 4.100 GAR) juga naik menjadi USD65,48 per ton, dan HBA III (kalori 3.400 GAR) menjadi USD45,27 per ton.

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 312.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk Periode Pertama Bulan Agustus Tahun 2026. Keputusan tersebut ditandatangani Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta pada 31 Juli 2026.

Dalam keputusan yang sama, pemerintah juga menetapkan Harga Mineral Acuan (HMA) untuk berbagai komoditas tambang. Harga nikel dipatok USD15.691 per dry metric ton (dmt), kobalt USD33.677 per dmt, timbal USD1.009,29 per dmt, dan seng USD3.586,90 per dmt.

Untuk komoditas lainnya, HMA aluminium ditetapkan sebesar USD2.910,93 per dmt, tembaga USD9.319,82 per dmt, konsentrat tembaga USD4.872,12 per dmt, serta konsentrat seng USD56,49 per dmt.

Pemerintah juga menetapkan harga konsentrat besi berdasarkan kadar Fe, yakni USD102,07 per wet metric ton (wmt) untuk kadar Fe 62 persen, USD87,48 per wmt untuk Fe 58 persen, dan USD78,27 per wmt untuk Fe 56 persen. Sementara itu, harga konsentrat laterit besi ditetapkan sebesar USD31,59 per wmt.

Untuk komoditas logam lainnya, HMA lumpur anoda ditetapkan sebesar USD2.948,82 per dmt, mangan USD6,94 per dmt, bijih besi laterit/limonit/saprolit USD1,44 per dmt, bijih krom USD4,77 per dmt, dan konsentrat titanomagnetit sebesar USD2,09 per dmt.

Keputusan Menteri ESDM ini menjadi dasar penetapan harga mineral logam dan juga acuan transaksi penjualan batu bara di Indonesia selama periode pertama Agustus 2026.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags