Demonstrasi di Salemba Raya Picu Macet Parah, Massa Bakar Benda di Jalan

- Jumat, 12 Juni 2026 | 22:40 WIB
Demonstrasi di Salemba Raya Picu Macet Parah, Massa Bakar Benda di Jalan

Arus lalu lintas di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, mengalami kemacetan parah pada Jumat malam akibat aksi demonstrasi yang berlangsung di dekat Halte Transjakarta Paseban. Kepadatan kendaraan mulai terpantau sejak pukul 21.10 WIB, ketika massa aksi memenuhi badan jalan dan menyebabkan penyempitan jalur yang signifikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan hanya dapat melintas di satu lajur paling kanan. Jalur khusus bus Transjakarta pun terpaksa dibuka untuk kendaraan umum lainnya guna mengurai kepadatan. Massa yang hadir membentangkan spanduk bertuliskan, "Revolusi NKRI Harga Mati. BBM, Dolar Naik. Kembalikan TNI ke Barak. Hentikan MBG."

Selain memenuhi dua dari tiga lajur yang tersedia, massa aksi juga membakar sejumlah benda di tengah jalan. Petugas gabungan dari TNI dan Polri yang berada di lokasi segera berupaya memadamkan api sambil meminta para pengunjuk rasa memberi ruang bagi pengendara yang melintas.

Proses pemadaman api sempat memicu ketegangan antara petugas dan peserta aksi. Dorong-dorongan tidak dapat dihindarkan ketika aparat berusaha mendekati titik pembakaran. Petugas kemudian menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk menjinakkan api, yang membuat massa aksi buyar dan menjauh dari lokasi.

Asap putih tebal dari APAR menyebar cukup luas, menimbulkan bau menyengat dan mengganggu jarak pandang pengendara. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menyiram sisa-sisa pembakaran menggunakan satu unit mobil watertank hingga asap berangsur-angsur menghilang.

Sisa-sisa benda yang terbakar kemudian dibersihkan oleh petugas. Massa aksi mulai menepi ke pinggir jalan, sementara aparat langsung mengurai kepadatan kendaraan di lokasi. Ketiga lajur perlahan-lahan dibuka kembali, dan kemacetan mulai terurai sekitar pukul 21.35 WIB.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar