Komitmen Pembiayaan Baru IIF Capai Rp2,5 Triliun di Semester I-2026

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Komitmen Pembiayaan Baru IIF Capai Rp2,5 Triliun di Semester I-2026

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) membukukan komitmen pembiayaan dan investasi baru senilai Rp2,5 triliun sepanjang semester I-2026. Angka ini melonjak 212,89 persen dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang tercatat Rp799 miliar.

Presiden Direktur IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan komitmen baru tersebut tersebar di sektor kesehatan, pelabuhan, telekomunikasi dan data, serta energi terbarukan. "Komitmen baru tersebut tersebar di sektor strategis meliputi kesehatan, pelabuhan, telekomunikasi dan data, serta energi terbarukan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Dari sisi layanan advisory, IIF mengantongi sembilan mandat baru dengan nilai kontrak total Rp19 miliar, tumbuh tiga kali lipat dari pencapaian 2025. Mandat utama mencakup keterlibatan IIF dalam program Waste-to-Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), mendukung percepatan pengelolaan sampah terpadu di perkotaan.

Secara keseluruhan, pendapatan IIF pada enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp542,7 miliar, turun tipis dari Rp653,9 miliar pada periode sama tahun lalu. Penurunan ini seiring lebih rendahnya pendapatan bunga investasi. Laba bersih juga terkoreksi menjadi Rp38,2 miliar dari Rp85,3 miliar, dipengaruhi pelunasan dipercepat oleh nasabah pada triwulan I-2026.

Pendapatan Non-Bunga dan Kualitas Aset

Meski pendapatan bunga menurun, pendapatan non-bunga tumbuh 54,8 persen secara tahunan menjadi Rp43,0 miliar, didorong bisnis pembiayaan dan investasi, advisory, serta treasury. Pendapatan bunga treasury juga naik 17,5 persen.

Rasio kecukupan modal (CAR) IIF tercatat 56,79 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. "Kualitas aset tetap terjaga. Rasio cakupan kerugian pinjaman berada di atas 100 persen, dan NPF bersih membaik menjadi 3,49 persen dari 3,61 persen," jelas Rizki.

Di tengah dinamika ekonomi global, IIF menunjukkan ketahanan melalui pertumbuhan portofolio, peningkatan aktivitas pembiayaan dan advisory, serta struktur pendanaan dan permodalan yang kuat. Meski laba semester ini lebih rendah, perseroan optimistis dapat memperluas bisnis dan meningkatkan kinerja keuangan berkat permodalan kuat, peningkatan layanan, penurunan biaya dana, serta dukungan pemegang saham dan mitra bisnis.

Ekspansi dan Pendanaan

IIF juga terus mendorong penerapan standar ESG internasional untuk meningkatkan kualitas proyek, memperkuat manajemen risiko, dan memperluas akses pembiayaan internasional. "Meski kondisi operasional masih dinamis dan menantang, kami terus melangkah maju dengan pipeline transaksi yang terus bertumbuh. Hanya dalam bulan ini, kami telah menyelesaikan tiga transaksi baru senilai hampir Rp833 miliar di bidang infrastruktur logistik, energi terbarukan, dan fasilitas pengolahan air," ujar Rizki.

Untuk mendukung rencana pertumbuhan, IIF menghimpun dana lebih dari Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional. Selain itu, perseroan telah menyelesaikan batch pertama penghimpunan dana melalui pasar modal senilai Rp652 miliar, terdiri dari obligasi Rp432 miliar dan surat berharga perpetual Rp220 miliar.

Rizki menegaskan IIF berada pada posisi yang baik untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur nasional. "Kami juga berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan mendukung industri keuangan serta pasar modal secara keseluruhan," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags