PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyelesaikan penerbitan obligasi senilai Rp435,5 miliar dan surat berharga perpetual Rp220 miliar. Obligasi itu diterbitkan dalam tiga tenor satu, tiga, dan lima tahun dengan rata-rata kupon sekitar 7,4 persen per tahun. Sementara surat berharga perpetual memberikan imbal hasil delapan persen per tahun.
Mayoritas instrumen tersebut, sebesar 83 persen, diserap oleh perusahaan manajemen aset dan asuransi. Sisanya berasal dari korporasi, investor ritel, dana pensiun, dan perbankan.
"Sedangkan investor lainnya juga datang dari kalangan korporasi, investor ritel, dana pensiun dan juga perbankan," ujar Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026).
Menurut Rizki, langkah ini merupakan bentuk dukungan IIF terhadap pertumbuhan industri pasar modal nasional. IIF memposisikan diri sebagai pelengkap industri keuangan dan pasar modal dalam negeri, dengan memperkuat peran memobilisasi modal swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Program tersebut telah tersebar ke sektor strategis seperti konektivitas, infrastruktur digital, dan kesehatan.
"IIF bermitra dengan berbagai pelaku usaha, regulator, investor domestik dan asing, serta lembaga khusus yang dibentuk pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan. Selain itu, IIF juga berperan sebagai mitra yang andal dan terpercaya bagi investasi langsung asing," kata Rizki.
Dengan permodalan yang lebih kuat dan pengakuan global, IIF akan terus meningkatkan solusi pembiayaan, layanan advisory, dan mitigasi risiko untuk membantu klien merealisasikan proyek infrastruktur berkelanjutan di sektor prioritas.
Rizki mencontohkan capaian IIF dalam menghasilkan dampak berkelanjutan yang terukur melalui pembiayaan infrastruktur berwawasan iklim, penerapan perlindungan lingkungan dan sosial yang kuat, peningkatan akses inklusif terhadap layanan dasar, inovasi keuangan berkelanjutan, serta tata kelola ESG yang kokoh.
"Capaian tersebut telah menerima pengakuan di level internasional, di mana pada Juli 2026 ini, kami telah menerima penghargaan dari FinanceAsia Awards 2026, Asian Banking and Finance (ABF) Corporate and Investment Banking Awards 2026, serta ADB 2025 Project Implemented Award for Outstanding Social Safeguard Implementation," ujar Rizki.
Penghargaan internasional itu, antara lain, diberikan atas dukungan IIF terhadap transaksi sekuritisasi infrastruktur syariah pertama di Indonesia melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah) yang diterbitkan oleh klien di sektor jalan tol.
"Muara dari segala pengakuan dan penghargaan di level internasional ini, pada akhirnya mendorong kami dalam meningkatkan layanan kepada klien serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," pungkas Rizki.
Artikel Terkait
Chandra Asri Terbitkan Obligasi dengan Kupon hingga 10 Persen, Raup Rp2,25 Triliun
SMI Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2,5 Triliun untuk Biayai Infrastruktur