Vietnam Undang Prabowo dan Sugiono Lakukan Kunjungan Resmi

- Selasa, 14 Juli 2026 | 22:20 WIB
Vietnam Undang Prabowo dan Sugiono Lakukan Kunjungan Resmi

Presiden Vietnam To Lam mengundang Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk melakukan kunjungan resmi ke Vietnam. Undangan itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung kepada Menlu Sugiono saat keduanya bertemu di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

"Sekali lagi, kami ingin menyampaikan undangan dari Sekretaris Jenderal dan Presiden kami kepada Presiden Prabowo untuk mengunjungi Vietnam, dan kami menantikan kunjungan Anda sebagai Menteri Luar Negeri ke Vietnam," kata Trung usai pertemuan.

Pertemuan tersebut merupakan rangkaian Sidang Komisi Bersama ke-6 (JCBC) Indonesia-Vietnam. Dalam kesempatan itu, Sugiono dan Trung menandatangani Rencana Aksi untuk Pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Vietnam 2026-2030. Rencana aksi ini menjadi pedoman pelaksanaan kemitraan strategis yang disepakati pada 2025.

"Hari ini, kami menandatangani Plan of Action untuk pengimplementasian dan ini akan menjadi kerangka kerja utama yang akan membimbing kerja sama bilateral kami selama lima tahun ke depan," kata Sugiono.

Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, meliputi ketahanan pangan dan pertanian, industri berteknologi tinggi, ekonomi digital, energi, kesehatan, industri halal, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan. Di bidang politik dan keamanan, mereka membahas isu perbatasan, pertahanan, keamanan maritim, pemberantasan illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF), serta penanggulangan kejahatan lintas negara.

"Untuk kerja sama politik, kami menghargai kemajuan yang telah dilakukan dalam mengimplementasikan perjanjian kami mengenai zona ekonomi eksklusif (ZEE). Kami juga berbincang dan menguatkan komitmen untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan dalam kerja sama politik di sektor maritim, penanganan IUUF, serta kejahatan lintas negara, termasuk narkotika dan kejahatan yang berkaitan dengan psikotropika," imbuh Sugiono.

Di bidang ekonomi, kedua menteri menegaskan komitmen mencapai target perdagangan bilateral sebesar USD 18 miliar pada 2028. Untuk itu, mereka akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui reaktivasi Joint Committee on Economic, Scientific, and Technical Cooperation (JC-ESTC).

"Di sektor ekonomi, kami juga menguatkan komitmen kami untuk mencapai target perdagangan bilateral yang ditargetkan mencapai 18 miliar dolar AS pada tahun 2028," ujar Sugiono.

Indonesia dan Vietnam juga sepakat mempererat hubungan antarmasyarakat melalui peningkatan kerja sama di bidang kebudayaan dan pendidikan, serta penguatan kolaborasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags