Mayat Pria Ditemukan di Semak Samping RSUD Siak, Diduga Dokter Magang

- Selasa, 14 Juli 2026 | 22:54 WIB
Mayat Pria Ditemukan di Semak Samping RSUD Siak, Diduga Dokter Magang

Warga Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di area semak-semak di samping RSUD Tengku Rafi'an Ahmad Siak, Selasa (14/7) pagi. Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas korban dan penyebab kematiannya.

Korban diduga seorang dokter spesialis anestesi yang tengah menjalani masa magang di RSUD tersebut dan tinggal di perumahan dinas rumah sakit. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak rumah sakit.

Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas sekitar pukul 08.00 WIB. Kabar itu cepat menyebar dan mengundang warga datang ke lokasi. Saat ditemukan, jenazah masih di tempat dan belum dievakuasi. Sejumlah warga menutupi tubuh korban dengan kain seadanya sambil menunggu petugas kepolisian.

"Sejak sekitar pukul 08.00 WIB mayat sudah ada di sini. Kami tidak berani menyentuh karena takut merusak barang bukti, jadi kami menunggu polisi datang," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tim Inafis Polres Siak tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasi Humas Aiptu Dedek Prayoga menyatakan pihaknya masih menyelidiki identitas korban dan penyebab kematian.

"Kami masih melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi. Mohon masyarakat bersabar dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Polisi menegaskan belum bisa menyimpulkan penyebab kematian. Informasi yang beredar di masyarakat masih sebatas dugaan. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum jelas. Serahkan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian," tegas Dedek.

Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Tengku Rafi'an Ahmad Siak untuk visum. Polisi juga akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumah sakit dan mengumpulkan keterangan saksi guna mengungkap peristiwa ini secara menyeluruh.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags