Inflasi AS Melambat pada Juni 2026, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Masih Tinggi

- Selasa, 14 Juli 2026 | 22:20 WIB
Inflasi AS Melambat pada Juni 2026, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Masih Tinggi

Inflasi Amerika Serikat melambat lebih besar dari perkiraan pada Juni 2026, namun konflik di Timur Tengah yang kembali memanas membuat prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) tetap terbuka lebar.

Berdasarkan data yang dirilis Selasa (14/7/2026), Indeks Harga Konsumen (CPI) turun 0,4 persen secara bulanan setelah naik 0,5 persen pada Mei. Secara tahunan, inflasi tercatat 3,5 persen, lebih rendah dari 4,2 persen pada Mei yang merupakan kenaikan tahunan terbesar sejak April 2023.

Penurunan inflasi terutama didorong oleh turunnya harga bensin dari level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terjadi setelah gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran bulan lalu. Namun, gencatan senjata itu runtuh pekan lalu setelah sebuah kapal tanker komersial diserang di Selat Hormuz, memicu aksi saling serang antara kedua negara.

Akibatnya, harga bensin kembali merangkak naik. Data dari AAA, kelompok advokasi pengendara, menunjukkan harga rata-rata nasional bensin mencapai USD3,86 per galon pada Selasa, naik dari USD3,79 per galon sepekan sebelumnya.

Kenaikan harga bensin diperkirakan masih akan berlanjut setelah harga minyak menyentuh level tertinggi dalam empat pekan pada Selasa. Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengaktifkan kembali blokade laut terhadap Iran di Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak dunia yang kini menjadi salah satu titik utama konflik.

Di luar komponen pangan dan energi yang bergejolak, inflasi inti (core CPI) naik 2,6 persen secara tahunan pada Juni, lebih rendah dari 2,9 persen pada Mei. Secara bulanan, inflasi inti tidak berubah setelah naik 0,2 persen pada Mei.

The Fed menggunakan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) sebagai acuan untuk mencapai target inflasi 2 persen. Inflasi terakhir kali berada di bawah 2 persen pada awal 2021.

Risalah rapat The Fed pada 16–17 Juni yang dirilis pekan lalu menunjukkan para pembuat kebijakan semakin khawatir terhadap perkembangan inflasi. Pada pertemuan Juni, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75 persen, meskipun proyeksi terbaru menunjukkan semakin banyak pejabat bank sentral yang memperkirakan kenaikan suku bunga pada 2026.

Sebelum data inflasi dirilis, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 51,9 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan 15–16 September, berdasarkan alat FedWatch milik CME.

Meskipun inflasi melandai, kemungkinan tidak banyak menghilangkan peluang kenaikan suku bunga tahun ini, mengingat konflik di Timur Tengah masih belum mereda.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags