PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI akan menghimpun dana hingga Rp2,5 triliun melalui penerbitan obligasi dan sukuk. Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan, emiten pelat merah ini menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2026 senilai Rp2 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2026 sebesar Rp500 miliar.
Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat pembiayaan proyek infrastruktur dan pembiayaan syariah. Obligasi konvensional terdiri atas tiga seri dengan total pokok Rp2 triliun. Seri A senilai Rp511,85 miliar menawarkan kupon tetap 7,50% per tahun dengan tenor 370 hari kalender, jatuh tempo pada 17 Juli 2027. Seri B memiliki nilai emisi Rp382,03 miliar, bunga 7,65% per tahun, dan tenor tiga tahun hingga 7 Juli 2029. Seri C menjadi porsi terbesar, yakni Rp1,11 triliun, dengan kupon 7,85% per tahun dan jangka waktu lima tahun hingga 7 Juli 2031.
Di sisi lain, sukuk mudharabah yang ditawarkan senilai Rp500 miliar terbagi dalam dua seri. Sukuk Seri A bernilai Rp153,96 miliar dengan indikasi imbal hasil ekuivalen 7,50% per tahun dan tenor 370 hari. Sukuk Seri B senilai Rp346,05 miliar menawarkan imbal hasil ekuivalen 7,65% per tahun dengan tenor tiga tahun.
Perseroan menjelaskan, seluruh dana hasil obligasi setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk mendukung kegiatan pembiayaan infrastruktur. Sementara itu, dana dari sukuk akan dialokasikan untuk pembiayaan syariah melalui unit usaha syariah perseroan.
Penerbitan surat utang ini telah memperoleh peringkat idAAA untuk obligasi dan idAAA(sy) untuk sukuk dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial.
Masa penawaran umum berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Penjatahan akan dilakukan pada 3 Juli 2026, diikuti distribusi secara elektronik pada 7 Juli 2026. Obligasi dan sukuk dijadwalkan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026.
Dalam aksi korporasi ini, PT Indo Premier Sekuritas, PT KB Valbury Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ditunjuk sebagai wali amanat.
Jadwal Penawaran Umum
- Tanggal Efektif: 26 Juni 2026
- Masa Penawaran Umum: 30 Juni–2 Juli 2026
- Tanggal Penjatahan: 3 Juli 2026
- Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan: 7 Juli 2026
- Tanggal Distribusi Secara Elektronik: 7 Juli 2026
- Tanggal Pencatatan di BEI: 8 Juli 2026
Artikel Terkait
Semester II 2026, Pasar Modal Indonesia Hadapi Ujian dari MSCI dan FTSE
AS dan Iran Saling Serang, Ancaman Balasan Menguat di Selat Hormuz
Iran Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia 2026 Meski Tak Terkalahkan
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Kembali Beroperasi, Ini Lokasi dan Jadwalnya