Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran sebagai respons atas serangan Teheran terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Iran langsung membalas dengan ancaman bahwa agresi lebih lanjut akan dihadapi dengan 'tanggapan yang menghancurkan'.
Serangan terbaru AS menargetkan infrastruktur militer Iran di beberapa lokasi di dalam dan dekat Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi ini merupakan tanggapan langsung atas serangan Iran terhadap kapal tanker minyak berbendera Panama, Kiku, yang membawa lebih dari dua juta barel minyak mentah.
"Pasukan CENTCOM melancarkan serangan hari ini sebagai tanggapan langsung terhadap agresi Iran yang berkelanjutan terhadap pelayaran komersial," demikian pernyataan resmi CENTCOM.
Dalam unggahan di akun media sosialnya, CENTCOM merilis video berdurasi 35 detik yang menunjukkan ledakan di berbagai titik dari udara. "Pesawat tempur Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS melakukan serangan malam ini terhadap 10 target militer Iran di beberapa lokasi di dalam dan dekat Selat Hormuz sebagai tanggapan atas serangan drone Iran terhadap kapal tanker Kiku," tulis CENTCOM.
Target serangan meliputi infrastruktur pengawasan, sistem komunikasi, situs pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, dan kemampuan penebar ranjau. Sementara itu, Iran juga meluncurkan serangan ke fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan, yang memicu kecaman dari kedua negara Teluk tersebut.
Kedua pihak saling tuduh melanggar gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya. Ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi pasokan minyak dunia, terus meningkat dan mengancam stabilitas kawasan.
Artikel Terkait
9 Jaksa Dikerahkan Kawal Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat
AS dan Iran Saling Serang di Tengah Negosiasi Damai
BINUS Buka Program Magister Hukum Bisnis, Sasar Lulusan Non-Hukum
Bogor Hornbills Juara IBL 2026 Usai Kalahkan Pelita Jaya di Gim Kelima