Polda Metro Minta Maaf atas Rekayasa Lalu Lintas Akibat Demo Mahasiswa

- Jumat, 12 Juni 2026 | 22:20 WIB
Polda Metro Minta Maaf atas Rekayasa Lalu Lintas Akibat Demo Mahasiswa

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas di ibu kota menyusul aksi unjuk rasa yang digelar sejak siang hari ini. Langkah tersebut diambil untuk mengamankan jalannya demonstrasi yang melibatkan massa mahasiswa di beberapa titik lokasi.

Permintaan maaf pun disampaikan kepada masyarakat yang terdampak atas pengalihan dan penutupan arus kendaraan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menyampaikan hal itu kepada wartawan pada Jumat, 12 Juni 2026.

“Terkait tentang adanya pengalihan arus, penutupan arus, kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak terkait tentang situasi kondisi arus lalu lintas,” ujarnya.

Menurut Budi, rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional. Kebijakan ini, kata dia, merupakan konsekuensi dari kondisi pengamanan di lapangan yang memerlukan penyesuaian arus kendaraan.

“Karena memang ini harus dilakukan rekayasa secara situasional mengingat untuk mengamankan para peserta aksi dari mahasiswa,” tuturnya.

Di sisi lain, Budi menyebutkan bahwa aksi unjuk rasa pada hari ini berlangsung di sejumlah titik. Ia menegaskan bahwa secara keseluruhan, demonstrasi tersebut berjalan dengan aman dan tertib.

“Jadi secara umum, pelayanan pengamanan ini berjalan dengan aman, tertib, dan dapat dikendalikan,” ucapnya.

Budi juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang menyuarakan aspirasinya secara damai. Tak hanya itu, ia turut mengapresiasi para personel kepolisian yang menjalankan tugas pengamanan dengan pendekatan humanis.

“Kami juga berharap momen-momen seperti ini dalam aspirasi penyampaian pendapat di muka publik, juga berjalan dengan damai. Aspirasi dapat tersampaikan dengan baik, begitu juga dengan petugas pengamanan,” pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar