MURIANETWORK.COM - Anggota Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mendesak pengoperasian maksimal Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Dorongan ini disampaikan menanggapi permintaan Wakil Gubernur Kalbar dan dinilai sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan investasi negara triliunan rupiah serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Dampak Ekonomi dan Dana Bagi Hasil
Legislator dari Dapil I Kalbar itu menekankan, pengoptimalan pelabuhan berkelas internasional ini membawa potensi ekonomi yang sangat besar. Salah satu dampak langsung yang diharapkan adalah peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) dari ekspor untuk Kalimantan Barat.
Syarief menjelaskan, selama ini komoditas unggulan daerah seperti kelapa sawit dan bauksit banyak diekspor melalui pelabuhan di luar provinsi, seperti Dumai atau Jakarta. Akibatnya, pencatatan dan manfaat DBH lebih banyak dinikmati daerah lain.
"Kalau ekspor langsung dari Kalbar tentu DBH-nya kembali ke daerah. Nah, ini yang selama ini hilang. Maka dari itu, sudah seharusnya memaksimalkan Pelabuhan Internasional Kijing," ujar mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut.
Posisi Strategis dan Keuntungan Geografis
Di luar dampak fiskal, Syarief juga menyoroti keunggulan lokasi Pelabuhan Kijing. Posisinya yang berada di jalur pelayaran internasional dinilai sangat strategis, bahkan relatif dekat dengan rute-rute utama seperti ke Singapura, Timur Tengah, maupun Eropa via Laut Tiongkok Selatan.
"Jadi, secara geografis juga sangat strategis bahkan untuk beberapa rute bisa lebih efisien dibanding pelabuhan lain. Ini potensi nasional sekaligus potensi daerah," ungkap Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Barat itu.
Oleh karena itu, percepatan operasional pelabuhan dinilai mendesak, meski masih ada sejumlah infrastruktur pendukung yang perlu disempurnakan, seperti fasilitas crane dan sarana bongkar muat lainnya. "Ya, memang ada beberapa hal yang perlu dibenahi, tetapi itu bukan alasan untuk menunda terlalu lama," tegasnya.
Infrastruktur Pendukung yang Perlu Dipercepat
Selain fasilitas di dalam area pelabuhan, perhatian juga dialihkan ke infrastruktur penunjang di sekitarnya. Syarief menekankan pentingnya percepatan relokasi jalan akses menuju kawasan Pelabuhan Kijing. Tanpa dukungan jaringan jalan yang memadai, potensi kemacetan parah di jalur lintas utara Kalbar menjadi ancaman serius seiring membanjirnya arus logistik.
Artikel Terkait
Anggota DPR Kritik Penyelesaian Mediasi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Unissula
Kejagung Tarik Kajari Karo dan Tim Jaksa Usai Vonis Bebas Amsal Sitepu
Lazio dan Parma Bermain Imbang, Bologna Kalahkan Cremonese di Pekan ke-31 Serie A
Polisi Tangkap Dua Tersangka Pencuri Komodo di Manggarai Timur