Masjid Istiqlal Siapkan Buka Puasa untuk 10.000 Jamaah dan Kursus Bahasa Gratis Ramadan Ini

- Kamis, 19 Februari 2026 | 05:15 WIB
Masjid Istiqlal Siapkan Buka Puasa untuk 10.000 Jamaah dan Kursus Bahasa Gratis Ramadan Ini

MURIANETWORK.COM - Masjid Istiqlal, Jakarta, kembali menyelenggarakan serangkaian kegiatan ibadah dan sosial untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Imam Besar sekaligus Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa masjid nasional ini akan menyediakan buka puasa bersama untuk ribuan jamaah setiap hari, menghadirkan qari internasional, serta menggelar kursus bahasa gratis yang diajarkan oleh penutur asli.

Takjil untuk Ribuan Jamaah

Selama bulan suci, Masjid Istiqlal secara rutin menjadi tempat buka puasa bersama. Kapasitasnya berfluktuasi sesuai hari. Pada akhir pekan seperti Jumat, Sabtu, dan Minggu jumlah jamaah yang dilayani bisa mencapai antara 7.000 hingga 10.000 orang. Sementara di hari-hari biasa, angka tersebut berkisar antara 4.000 sampai 5.000 orang. Setiap jamaah akan mendapatkan nasi kotak sebagai takjil untuk membatalkan puasa.

“Di sini rutin kita lakukan buka puasa. Buka puasa di Istiqlal ini kalau hari-hari weekend, misalnya Jumat, Sabtu, Minggu, antara 7.000 sampai 10.000 orang kita beri makan nasi boks. Nah kalau hari-hari biasa sekitar 4.000 sampai 5.000 orang,” jelas Nasaruddin Umar di kompleks Masjid Istiqlal, Rabu (18/2/2026).

Tarawih dengan Qari Internasional dan Kultum

Ibadah salat Tarawih di Istiqlal tahun ini akan dihiasi dengan kemeriahan khusus. Sebelum salat dimulai, jamaah akan disuguhi lantunan ayat suci Al-Qur'an dari qari-qari bertaraf internasional yang akan digilir hingga akhir Ramadan. Usai Tarawih, akan dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang menghadirkan penceramah populer.

“Dan habis itu kita tampilkan penceramah kultum dan itu kita ambil orang-orang yang sangat populer, apakah populer karena keilmuannya atau populer itu karena artisnya atau artis yang religius ya. Kemudian juga penceramah kondang, kita juga undang mereka,” ungkapnya.

Kolaborasi Regional dan Kursus Bahasa Gratis

Nuansa kebersamaan tidak hanya terasa di dalam negeri. Istiqlal berencana menggelar peringatan Nuzulul Quran dengan melibatkan negara-negara tetangga melalui kerja sama kementerian agama. Momen takbir Idul Fitri juga direncanakan berlangsung secara bersama-sama dan bersahut-sahutan dengan masjid-masjid raya di berbagai ibu kota Asia Tenggara.

“Nanti juga takbirnya kita takbir bareng dengan masjid-masjid raya yang ada di ibu kota-ibu kota Asia Tenggara. Jadi kita saling saut-menyahut itu takbir,” tuturnya.

Yang tak kalah menarik adalah program kursus bahasa gratis yang terbuka untuk umum. Kursus ini mencakup bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Prancis, hingga bahasa Indonesia untuk warga asing. Bahkan, bahasa Ibrani dan Aramaik juga diajarkan. Yang istimewa, pengajarnya adalah penutur asli (native speaker) yang didatangkan khusus, seperti dari China untuk pengajar bahasa Mandarin.

“Dan ternyata pesertanya banyak. Dan tidak tanggung-tanggung, native yang mengajar. Kita datangkan dari China untuk mengajar bahasa Cina di sini, jadi anak-anak kita di sini sudah bisa bahasa Cina sehari-hari, dan di samping bahasa Inggris, kemudian bahasa Arab,” lanjut Nasaruddin.

Fasilitas Iktikaf Hingga Sahur

Bagi jamaah yang berniat untuk beriktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan, Masjid Istiqlal telah mempersiapkan fasilitasnya. Manajemen masjid memastikan kesiapan untuk menampung jamaah yang ingin menjalankan ibadah buka puasa, tarawih, hingga sahur secara penuh di dalam kompleks masjid. Persiapan ini menunjukkan komitmen Istiqlal sebagai rumah ibadah sekaligus pusat kegiatan umat yang inklusif selama bulan penuh berkah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar