Kesabaran dan Sampah di Ujung Joran: Kisah Memancing di Kali Angke

- Minggu, 25 Januari 2026 | 18:30 WIB
Kesabaran dan Sampah di Ujung Joran: Kisah Memancing di Kali Angke

Sore itu, udara di tepian Kali Angke terasa lebih hangat. Baru saja hujan reda setelah mengguyur Rawa Buaya, Jakarta Barat, beberapa hari lamanya. Warga pun mulai keluar, menikmati sisa cahaya dengan cara mereka sendiri. Ada yang asyik menyeruput es kopi, lahap menyantap bakso, atau duduk sabar memegang joran.

Okim (46), salah satunya. Sudah sejak siang pria warga Rawa Buaya ini menunggu di sana. Matanya tak lepas dari ujung joran, berharap melihatnya melengkung tanda umpan disambar. Tapi, nampaknya belum rezekinya. Dua jam lebih bolak-balik melempar, jangkrik di kailnya tak juga disentuh ikan.

"Dari jam 2-an ini belum ada yang noel,"

keluhnya sambil sesekali mengecek tarikan senar.

Biasanya, menurut Okim, dia bisa dapat dua tiga ekor ikan di spot ini. Tapi kondisi kali ini beda. Hujan deras kemarin membuat debit air naik drastis. Mungkin saja ikan-ikan itu terbawa arus deras, pikirnya.

Di sisi lain, nasib Jaja (50) sempat memberi harapan. Jorannya tiba-tiba melengkung kuat, senar menegang. Dengan sigap dia menariknya, seolah sedang tarik tambang dengan ikan gede. Sayangnya, harapan tinggal harapan. Yang tersangkut di ujung kail bukan ikan, melainkan sampah plastik hitam yang hanyut.

"Berat tadi, (yang) nyangkut sampah,"

ucap Jaja sambil berusaha melepaskan plastik itu dari mata kailnya.

Meski begitu, dia tak sepenuhnya kecewa. Menurutnya, Kali Angke yang alirannya sampai ke Kapuk ini masih menyimpan kehidupan. Berbagai limbah memang bercampur di airnya, tapi beberapa jenis ikan masih bertahan.

"Ada aja tawes ya kadang-kadang, ikan mas,"

katanya.

Di sinilah, bagi warga seperti Okim dan Jaja, kesabaran benar-benar diuji. Menunggu strike itu jadi hiburan sendiri di sela rutinitas. Hasil tangkapan boleh saja tak seberapa, tapi kepuasan saat umpan disambar ikan? Itu yang bikin ketagihan.

Jaja pun tersenyum mengenang. "Pernah lele, (ukuran) se-tangan lah,"

kenangnya tentang salah satu hasil pancingan terbaiknya di kali yang sama.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler