Sore itu, udara di tepian Kali Angke terasa lebih hangat. Baru saja hujan reda setelah mengguyur Rawa Buaya, Jakarta Barat, beberapa hari lamanya. Warga pun mulai keluar, menikmati sisa cahaya dengan cara mereka sendiri. Ada yang asyik menyeruput es kopi, lahap menyantap bakso, atau duduk sabar memegang joran.
Okim (46), salah satunya. Sudah sejak siang pria warga Rawa Buaya ini menunggu di sana. Matanya tak lepas dari ujung joran, berharap melihatnya melengkung tanda umpan disambar. Tapi, nampaknya belum rezekinya. Dua jam lebih bolak-balik melempar, jangkrik di kailnya tak juga disentuh ikan.
"Dari jam 2-an ini belum ada yang noel,"
keluhnya sambil sesekali mengecek tarikan senar.
Biasanya, menurut Okim, dia bisa dapat dua tiga ekor ikan di spot ini. Tapi kondisi kali ini beda. Hujan deras kemarin membuat debit air naik drastis. Mungkin saja ikan-ikan itu terbawa arus deras, pikirnya.
Di sisi lain, nasib Jaja (50) sempat memberi harapan. Jorannya tiba-tiba melengkung kuat, senar menegang. Dengan sigap dia menariknya, seolah sedang tarik tambang dengan ikan gede. Sayangnya, harapan tinggal harapan. Yang tersangkut di ujung kail bukan ikan, melainkan sampah plastik hitam yang hanyut.
"Berat tadi, (yang) nyangkut sampah,"
Artikel Terkait
Prabowo Curi Waktu dengan Zidane di Davos, Bahas Mimpi Besar Sepakbola Indonesia
Tito Karnavian Desak Relokasi dan Reboisasi Usai Longsor Pasirlangu
Santet Masuk KUHP: Antara Mitos, Konflik Sosial, dan Dilema Hukum Modern
Suami Sleman Jalani Mediasi Usai Tewaskan Dua Jambret yang Sasar Istrinya