Dinkes Cirebon Siapkan 20 Pos Kesehatan untuk Arus Mudik Lebaran 2026

- Rabu, 11 Maret 2026 | 19:00 WIB
Dinkes Cirebon Siapkan 20 Pos Kesehatan untuk Arus Mudik Lebaran 2026

Menyongsong arus mudik Lebaran 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon tak mau lengah. Mereka sudah menyiagakan 20 pos pelayanan kesehatan yang tersebar di sejumlah titik rawan lalu lintas. Tujuannya jelas: memastikan para pemudik yang melintas bisa mendapat pertolongan medis dengan cepat jika diperlukan.

“Kami mendirikan posko kesehatan, sekaligus menyiagakan tenaga medis di sejumlah titik yang dilalui pemudik,”

kata Kepala Dinkes setempat, Eni Suhaeni, Rabu lalu. Menurutnya, layanan ini bakal berjalan dari 14 hingga 29 Maret mendatang. Jadwal itu mengikuti arahan Kemenkes dan Operasi Ketupat Lodaya dari kepolisian.

Lokasinya? Sebagian besar ada di jalur arteri Pantura yang terkenal padat. Mulai dari Bunder, Junjang, Kedawung, sampai ke Losari. Empat pos lainnya malah ditempatkan di rest area tol, tepatnya di KM 207 A, KM 208 B, KM 228 A, dan KM 229 B. Jadi, baik lewat jalur biasa maupun tol, pemudik punya akses bantuan.

Nah, yang cukup mengesankan adalah jumlah tenaga yang disiapkan. Dinkes mengerahkan sekitar 3.000 tenaga kesehatan untuk mendukung operasi ini. Mereka terdiri dari 188 dokter, 928 perawat, 736 bidan, ditambah lebih dari seribu tenaga kesehatan pendukung lainnya.

“Dukungan pelayanan kesehatan juga melibatkan 60 puskesmas, 13 rumah sakit, serta 85 klinik pratama, dan 25 klinik utama, di Kabupaten Cirebon yang siap membantu penanganan jika terjadi kondisi darurat kesehatan selama masa mudik Lebaran,”

tambah Eni.

Kerjanya pun nggak main-main. Para tenaga ini akan dibagi dalam tiga shift pagi, siang, malam supaya layanan bisa berjalan nonstop 24 jam. Persiapan yang terbilang matang ini diharapkan bisa menjadi pengaman ekstra di tengah hiruk-pikuk perjalanan pulang kampung. Soalnya, arus mudik bukan cuma soal kemacetan, tapi juga risiko kesehatan yang bisa muncul kapan saja.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar