Kapten Tim Nasional Mozambik, Edmilson Dove, melontarkan pandangan optimistis terhadap peluang Timnas Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia 2030. Menurutnya, jalan menuju panggung sepak bola tertinggi dunia memang tidak mudah, tetapi bukan berarti mustahil untuk ditempuh.
Pernyataan itu disampaikan Dove setelah timnya menelan kekalahan 0-1 dari Indonesia dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa malam (9/6/2026). Baginya, hasil pertandingan tersebut justru menjadi cermin bahwa kekuatan Skuad Garuda terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Segalanya pasti mungkin, bro,” ujar Dove kepada awak media di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Dove menegaskan bahwa dalam sepak bola, tidak ada target yang benar-benar mustahil selama sebuah tim mampu menjaga keyakinan dan komitmen dalam jangka panjang. Prinsip itu, kata dia, relevan tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi Mozambik yang sama-sama berjuang mewujudkan mimpi tampil di putaran final Piala Dunia.
Pemain berusia 31 tahun yang kini membela Al Quwa Al-Jaw itu menilai langkah awal menuju panggung dunia dimulai dari rasa percaya. Ia mengajak para pencinta sepak bola Tanah Air untuk terus menaruh keyakinan terhadap kemampuan Timnas Indonesia yang tengah dibangun secara bertahap.
Menurut Dove, kekuatan sebuah tim nasional tidak semata-mata lahir dari kualitas pemain dan pelatih. Dukungan publik, lanjutnya, memiliki peran besar dalam membentuk mental bertanding, terutama saat tim menghadapi tekanan tinggi di laga-laga krusial.
“Kalian harus mulai dengan percaya terlebih dahulu. Kekuatan sebuah tim tidak hanya bergantung pada tim itu sendiri, tetapi juga pada dukungan dari luar,” kata Dove.
Ia menjelaskan bahwa atmosfer stadion yang penuh dukungan dapat menjadi tambahan energi bagi pemain di lapangan. Dorongan dari tribun, menurutnya, mampu menjaga fokus sekaligus meningkatkan motivasi sepanjang pertandingan berlangsung.
Pemain asal Mozambik itu juga meyakini energi positif dari suporter dapat membantu tim nasional mengejar target yang lebih tinggi. Ia berharap dukungan terhadap Timnas Indonesia terus mengalir, tidak hanya saat meraih kemenangan, tetapi juga di fase pembangunan.
“Energi positif dari para pendukung memberi dorongan tambahan kepada tim. Jadi, saya pikir itu mungkin. Tidak ada yang mustahil dalam hidup ini. Kita hanya perlu bekerja keras dan terus bergerak menuju tujuan tersebut,” ujar Dove.
Pandangan tersebut sejalan dengan sikap pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, yang secara konsisten mengajak suporter untuk memenuhi stadion. Dukungan langsung dinilai penting untuk menjaga semangat Pasukan Garuda di setiap agenda internasional.
Di sisi lain, Dove memahami bahwa perjuangan menuju putaran final Piala Dunia bukanlah perkara sederhana. Mozambik sendiri belum pernah sekalipun mencicipi tampil di ajang tersebut, meskipun grafik performa mereka menunjukkan tren positif.
Mozambik berhasil menembus babak 16 besar Piala Afrika dalam dua edisi terakhir. Capaian itu kini dijadikan fondasi untuk membangun ambisi menuju Piala Dunia 2030, serupa dengan langkah yang tengah ditempuh Indonesia.
Sementara itu, Timnas Indonesia sempat mendekati mimpi tampil di Piala Dunia 2026. Langkah Skuad Garuda terhenti di ronde keempat kualifikasi, sehingga fokus kini diarahkan pada pembenahan jangka panjang demi target besar pada 2030.
Artikel Terkait
FIFA Resmi Berlakukan 9 Aturan Baru untuk Piala Dunia 2026, Gol Inggris ke Uruguay Jadi Contoh Pelanggaran
Darije Kalezic Resmi Kembali ke PSM Makassar, Persaingan Super League 2026/2027 Makin Sengit
Indonesia Berburu Revans Lawan Australia di Semifinal Piala AFF U-19
Batal ke Persija, Victor Dethan Dikabarkan Segera Gabung Persebaya Bersama Bernardo Tavares