Jumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menghentikan operasi sementara di Kabupaten Jombang terus bertambah, kini mencapai 45 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Penghentian aktivitas ini dilakukan secara serentak oleh yayasan pengelola setelah kehabisan anggaran operasional akibat belum adanya transfer dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Puluhan dapur SPPG di wilayah Jombang kini tampak sepi tanpa aktivitas. Biasanya, dana operasional dari BGN rutin dikirimkan setiap satu pekan sekali, tepatnya pada akhir pekan. Namun, keterlambatan transfer kali ini membuat dapur-dapur tersebut tidak mampu lagi membeli bahan baku untuk memasak. Dampaknya, pasokan makanan bergizi yang biasa dikirimkan ke berbagai sekolah pun terhenti total. Pihak pengelola mengaku tidak memiliki solusi lain selain menghentikan sementara seluruh kegiatan memasak hingga dana dari BGN pusat dicairkan.
Kebutuhan dana untuk program ini tergolong besar. Sebagai gambaran, di SPPG Tambakrejo 7 Kecamatan Jombang, BGN biasanya mentransfer dana sekitar Rp100 juta setiap akhir pekan. Anggaran tersebut digunakan untuk memproduksi sekitar 1.700 porsi Makan Bergizi Gratis bagi para siswa. Berdasarkan data dari Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Jombang, jumlah SPPG yang mogok beroperasi terus bertambah hingga mencapai 45 titik.
Merespons masalah ini, Korwil BGN Kabupaten Jombang langsung mengambil langkah cepat. Pihaknya meminta seluruh kepala SPPG terdampak untuk segera menyusun dan mengirimkan laporan resmi ke BGN pusat agar kendala teknis ini bisa segera ditangani.
"Kami meminta seluruh kepala SPPG segera membuat laporan kepada BGN pusat agar segera mendapat penanganan dan dananya dapat segera dicairkan," ujar Korwil BGN Kabupaten Jombang, Deni Setiawan Hakim.
Deni berharap, BGN pusat dapat segera mempercepat proses transfer dana operasional tersebut dalam waktu dekat. Hal ini penting agar puluhan dapur SPPG di Jombang bisa kembali beroperasi dan menyalurkan makanan bergizi kepada anak-anak sekolah.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang membantah isu mengenai keterlambatan pencairan dana. Ia menegaskan bahwa dana operasional untuk dapur MBG sudah dicairkan sejak Jumat pekan lalu. "Ada bagian dari hoaks. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat. Jadi memang ada beberapa yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan," kata Nanik di Istana Negara, Jakarta.
Menurutnya, BGN sudah mencairkan dana sebesar Rp5 triliun untuk operasional dapur MBG, termasuk di Aceh. Ia menuturkan bahwa isu terkait pencairan dana tersebut hanyalah masalah teknis.
Artikel Terkait
Laga Uji Coba Inggris vs Kosta Rika Tertunda Akibat Badai Petir di Orlando
Polisi Turun Tangan, Kasus Dompet Hilang yang Viral Libatkan Penjual Siomay Lansia di Sragen Berakhir Damai
Polisi Selidiki Pembunuhan Disertai Perampokan di Cirebon, Perhiasan Emas Korban Raib
BMKG Peringatkan Kemarau Panjang di Sebagian Besar Wilayah Indonesia, Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus 2026