Ibu di Surabaya Cari Anak yang Diduga Dibawa Paksa Mantan Suami

- Jumat, 31 Juli 2026 | 00:36 WIB
Ibu di Surabaya Cari Anak yang Diduga Dibawa Paksa Mantan Suami

Seorang ibu di Surabaya, Agustin Arimardika (33), tengah berjuang mencari putrinya yang berusia 5 tahun. Anak itu diduga dibawa paksa oleh mantan suaminya, Sunardi, sejak awal Maret lalu. Agustin pun mengunggah permohonan bantuan di media sosial, meminta siapa pun yang melihat anaknya untuk memberitahu.

Peristiwa ini bermula ketika Agustin mengantar putrinya bertemu ayah kandungnya di kawasan Keputran, Surabaya, sekitar awal Maret 2026. Agustin dan Sunardi telah bercerai sejak 2024. Ia mengizinkan mantan suaminya bertemu anak setiap Jumat hingga Minggu. "Saya berangkat kerja sekalian saya anterin ke rumahnya di Keputran awal Maret sekitar tanggal 1 atau 2 Maret 2026. Sekalian berangkat kerja saya siapkan baju ganti. Niatnya Jumat saya antar dan Minggu saya jemput," kata Agustin saat dikonfirmasi, Kamis (30/7).

Namun, saat Agustin hendak menjemput anaknya pada Senin siang, Sunardi menolak menyerahkan putrinya. Terjadi cekcok. Bahkan, Sunardi sempat mengajak Agustin berhubungan badan, namun ditolak. "Senin siang saya mau jemput, itu sudah saya jemput di kosan ayahnya di daerah Simo, di situ malah ngajak cekcok, nggak dikasih ruang sama anak saya," ucapnya. "Saya enggak mau, kan sudah bukan suami istri. Saya nggak mau, saya diusir, nggak usah jemput, katanya itu anaknya juga. Saya bilang masih kalem, ini waktunya sekolah, kalau libur bisa dibawa lagi. Nggak saya larang untuk ketemu," imbuhnya.

Dua minggu kemudian, Agustin mendapat informasi dari keluarga Sunardi bahwa anaknya diduga ditelantarkan. Ia diminta segera menjemput. Saat datang ke rumah mantan suaminya, Agustin kembali ditolak dan bahkan mendapat kekerasan. "Hari Kamis Minggu kemarin, saya berdoa buat anak saya karena kangen. Terus saya dihubungi tetangga. Katanya kasihan anaknya enggak mandi, jarang makan, nunggu belas kasihan orang," kata dia.

Agustin mengupayakan berbagai cara, termasuk memviralkan kasus ini di media sosial. "Dari situ, mungkin jalan Allah, akhirnya viral dan banyak yang DM. Katanya ngemis di Pasar Keputran, ngamen, ada yang bilang di daerah Tunjungan Plaza nggak bisa makan, minta-minta makan sakit hatiku dengar gitu," ujar dia.

Ia juga telah melapor ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya. "Sekarang sudah diproses DP3A, menunggu dieksekusi jemput paksa. Soalnya keadaan semakin panas dan viral di mana-mana. Masih menunggu waktu yang tepat katanya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, mengatakan bahwa pihaknya telah menangani kasus ini. "Kami masih proses klarifikasi dan mediasi," kata Ida.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags