Siang ini, suasana di Jalan Raya Puncak, Bogor, berubah. Polisi mulai memberlakukan sistem rekayasa lalu lintas satu arah atau one way. Arus kendaraan dialihkan hanya dari arah Puncak menuju Jakarta, sebuah langkah yang diambil untuk mengurai kepadatan.
Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama, mengonfirmasi hal tersebut kepada awak media.
“Sedang pelaksanaan rekayasa satu arah dari Puncak arah Jakarta,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Menurutnya, penerapan ini bersifat situasional. Artinya, polisi akan terus memantau volume lalu lintas. Jika dirasa sudah cukup terkendali, sistem satu arah ini bisa saja dicabut sewaktu-waktu.
Lalu, bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan? Rizky membeberkan data yang cukup mencengangkan. Hanya dari pagi hingga siang tadi, tercatat sekitar 15 ribu kendaraan bergerak menuju Puncak. Angka kumulatif ini mencakup kendaraan yang naik dan turun via tol.
“Terpantau dari counting Gate Tol Ciawi kendaraan yang mengarah puncak dari pukul 05.00-13.00 WIB yaitu 15.472, dan arah sebaliknya 9.850,” bebernya.
Puncak Arus Tertinggi Tembus 60 Ribu Kendaraan
Angka harian itu sebenarnya bukan yang terbesar. Sebelumnya, selama masa libur Natal dan Tahun Baru, Polres Bogor mencatat rata-rata 55 ribu kendaraan melintas setiap harinya di jalur itu. Pantauan ini dilakukan selama 12 hari penuh hingga malam tahun baru.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, angka rata-rata tersebut merupakan gabungan kendaraan yang naik dan turun kawasan Puncak, yang tercatat melalui Gerbang Tol Ciawi.
“Kita sudah melaksanakan operasi sepanjang 12 hari. Pantauan rata-rata setiap hari kendaraan yang keluar masuk ke area jalur Puncak ini, baik yang masuk ke wilayah Puncak maupun turun ke wilayah Jakarta melalui Tol Ciawi, rata-rata sekitar 55 ribu kendaraan,” kata Wikha.
Namun begitu, ada dua hari yang benar-benar padat. Wikha mencatat puncak keramaian terjadi pada tanggal 27 dan 28 Desember 2025. Saat itu, jumlah kendaraan yang memadati jalanan bisa melampaui 60 ribu unit.
“Paling tertinggi kemarin terjadi pada tanggal 27 dan 28, di mana bisa mencapai di atas 60 ribu kendaraan,” ungkapnya.
Jadi, penerapan satu arah siang ini bisa dibilang sebagai upaya terukur. Menjaga agar angka-angka fantastis itu tidak berujung pada kemacetan total di jalur yang sudah legendaris padatnya itu.
Artikel Terkait
Analis: Peluang Teddy Indra Wijaya Jadi Cawapres Prabowo 2029 Masih Terbuka
Jadwal Salat dan Imsak DKI Jakarta untuk Selasa, 17 Februari 2026
Sekjen Kemendagri Ingatkan APDESI Fokus pada Kepentingan Warga Desa
Banjir Landa Seluruh Kecamatan di Tapanuli Tengah, Akses Jalan dan Jembatan Terputus