Ribuan Kader Ansor Gelar Istigasah Dukung Gus Yaqut di Bandung

- Senin, 16 Februari 2026 | 02:00 WIB
Ribuan Kader Ansor Gelar Istigasah Dukung Gus Yaqut di Bandung

Bandung diguyur hujan deras sejak siang, tapi itu sama sekali tak mengurungkan niat ribuan kader. Mereka membanjiri Pondok Pesantren Darul Ma'arif Rahayu di Margaasih, Minggu kemarin. Suasana hening tapi khidmat seketika menyelimuti kompleks pesantren itu. Ribuan anggota Gerakan Pemuda Ansor se-Bandung Raya berkumpul, bukan cuma untuk menyambut Ramadan yang tinggal sebentar lagi. Ada agenda lain yang lebih mendesak: menggelar istigasah, memohon keselamatan untuk Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut.

Latar belakangnya, tentu saja, status tersangka yang disematkan KPK pada mantan Menag periode 2020-2024 itu. Kasusnya terkait kuota haji, dan proses hukumnya sedang berjalan di tahap praperadilan. Nah, dalam situasi seperti inilah solidaritas itu diuji.

Subhan Fahmi, Ketua GP Ansor Jabar, dengan tegas bilang kalau acara ini murni bentuk dukungan sesama kader. Gus Yaqut bukan figur sembarangan di tubuh Ansor. Dia adalah mantan Ketua Umum PP GP Ansor dan sekarang duduk di posisi Ketua Dewan Penasihat. Pengaruhnya besar.

"Kita berdoa agar agenda praperadilan yang sedang diajukan berjalan lancar," ujar Subhan.

Dia melanjutkan, "Kami memohon agar status tersangka beliau dihilangkan dan Gus Yaqut dibebaskan dari segala tuduhan."

Doa mereka konkret. Dalam istigasah itu, para kader melantunkan Yasin sampai empat ribu kali. Harapannya jelas: proses hukum yang menjerat Gus Yaqut cepat menemukan titik terang, dan nama baiknya dipulihkan.

Dukungan moral juga datang dari pimpinan pondok. KH Sofyan Yahya, pengasuh Ponpes Darul Ma’arif, dalam ceramahnya membela Gus Yaqut dengan cukup keras. Menurutnya, tuduhan korupsi itu sulit diterima akal sehat. Sistem keuangan haji, katanya, sudah ketat dan terpisah dari anggaran pemerintah.

"Uang haji itu uang jemaah, bukan uang pemerintah. Kebijakan menteri tidak seharusnya dikriminalisasi," tegas KH Sofyan.

Ia pun berpesan kepada para kader yang hadir. "Saya berharap sahabat-sahabat Ansor menghadapi masalah ini dengan bermunajat kepada Allah, bukan dengan temperamental atau emosional."

Di sisi lain, acara yang penuh khidmah ini sekaligus jadi momen silaturahmi dan “munggahan” buat keluarga besar NU Jabar. Tradisi menyambut Ramadan dengan makan bersama dan doa ini terasa lebih bermakna tahun ini, dibalut rasa haru dan kekhawatiran.

Subhan Fahmi juga menyempatkan menyampaikan selamat datang Ramadan untuk seluruh muslim Indonesia. PW Ansor Jabar, katanya, sangat menghargai nasihat para kiai agar organisasi mereka tetap bergerak di jalur yang santun, mengedepankan doa di tengah gejolak.

Sementara itu, di meja hukum, perjuangan masih panjang. Kuasa hukum Gus Yaqut terus bekerja, berupaya membuktikan ketidakterlibatan kliennya dalam kasus pengalihan kuota haji tambahan itu. Jalan masih berliku, tapi dari Bandung, ribuan doa telah diantarkan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar