Bandung diguyur hujan deras sejak siang, tapi itu sama sekali tak mengurungkan niat ribuan kader. Mereka membanjiri Pondok Pesantren Darul Ma'arif Rahayu di Margaasih, Minggu kemarin. Suasana hening tapi khidmat seketika menyelimuti kompleks pesantren itu. Ribuan anggota Gerakan Pemuda Ansor se-Bandung Raya berkumpul, bukan cuma untuk menyambut Ramadan yang tinggal sebentar lagi. Ada agenda lain yang lebih mendesak: menggelar istigasah, memohon keselamatan untuk Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut.
Latar belakangnya, tentu saja, status tersangka yang disematkan KPK pada mantan Menag periode 2020-2024 itu. Kasusnya terkait kuota haji, dan proses hukumnya sedang berjalan di tahap praperadilan. Nah, dalam situasi seperti inilah solidaritas itu diuji.
Subhan Fahmi, Ketua GP Ansor Jabar, dengan tegas bilang kalau acara ini murni bentuk dukungan sesama kader. Gus Yaqut bukan figur sembarangan di tubuh Ansor. Dia adalah mantan Ketua Umum PP GP Ansor dan sekarang duduk di posisi Ketua Dewan Penasihat. Pengaruhnya besar.
"Kita berdoa agar agenda praperadilan yang sedang diajukan berjalan lancar," ujar Subhan.
Dia melanjutkan, "Kami memohon agar status tersangka beliau dihilangkan dan Gus Yaqut dibebaskan dari segala tuduhan."
Doa mereka konkret. Dalam istigasah itu, para kader melantunkan Yasin sampai empat ribu kali. Harapannya jelas: proses hukum yang menjerat Gus Yaqut cepat menemukan titik terang, dan nama baiknya dipulihkan.
Artikel Terkait
Israel Bantah Keterlibatan dalam Insiden Tewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon Selatan
TNI Berikan Santunan Lebih dari Rp1,8 Miliar untuk Tiga Prajurit Gugur di Lebanon
Mulai 2026, WFH ASN Diiringi Aturan Respons 5 Menit dan Pelacakan Lokasi
Harga Kedelai Impor Melonjak, Perajin Tempe Jember Pangkas Produksi dan Tenaga Kerja