Wamendagri Dorong Konsep Green Island Nusa Penida Diperkuat dan Diintegrasikan

- Senin, 16 Februari 2026 | 23:45 WIB
Wamendagri Dorong Konsep Green Island Nusa Penida Diperkuat dan Diintegrasikan

Nusa Penida digadang-gadang bakal jadi "surga tersembunyi" yang dikembangkan dengan konsep ramah lingkungan. Hal ini mengemuka usai Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mendorong Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk benar-benar mematangkan konsep "Green Island" sebagai arah pembangunan pulau tersebut.

Bima tak ragu menyebut Nusa Penida punya daya tarik luar biasa. "Saya ingat dulu waktu kecil ada komik tentang Nusa Penida," kenangnya.

"Nah, sekarang begitu ke sini, kesan utama saya adalah ini hidden paradise yang belum tersentuh."

Pernyataan itu ia sampaikan di Bali, tepatnya usai menghadiri Dialog dan Pemaparan Potensi Wisata Nusa Penida yang digelar di Seven Dreams Hotel, Senin lalu. Menurut Bima, gagasan "Green Island" yang diusung Bupati Klungkung, I Made Satria, adalah langkah strategis. Namun begitu, ia menekankan bahwa pendekatannya harus utuh dan terintegrasi. Artinya, semua aspek harus dipikirkan matang, mulai dari cara mengelola sampah, pemanfaatan energi terbarukan, pembatasan jumlah kendaraan, sampai penguatan budaya lokal.

"Jadi kalau saya sarankan Pak, ini konsep Green Island ini kita matangkan, terintegrasi semua," tegas Bima.

"Dan kemudian dari situ diturunkan, mana yang kita kejar dari pinjaman, mana yang dari korporasi, mana yang dari CSR, mana yang dari investor gitu."

Di sisi lain, Wamendagri ini juga menyoroti satu hal krusial: pentingnya menyelaraskan konsep besar ini dengan dokumen perencanaan tata ruang yang ada, seperti RDTR. Ia mengingatkan agar visi "Green Island" jangan cuma jadi wacana, tapi betul-betul masuk dalam perencanaan resmi pemda.

Bima menyatakan kesiapannya untuk membantu, termasuk membuka jalur koordinasi dengan kementerian lain. Tapi semua itu, ujarnya, harus didukung soliditas tim di daerah. "Keberhasilan kepala daerah sangat ditentukan oleh kekompakan dan semangat tim," katanya.

Tak cuma infrastruktur, aspek sosial dan karakter masyarakat juga jadi perhatiannya. Menurut Bima, desain kawasan yang bagus harus berjalan beriringan dengan penguatan sosial warga. Ia juga mengingatkan agar momentum ini jangan sampai terlewat. Antusiasme wisatawan yang mulai tumbuh harus diimbangi dengan percepatan pembenahan. Kekhawatirannya jelas: kalau pembenahan lambat, tingginya ekspektasi bisa berujung pada kekecewaan.

"Ini momentum. Kalau enggak [dijaga], bisa lewat," tutur Bima.

"Saya lihat antusiasmenya mulai [terbangun], cuma nanti ketika turis-turis banyak kecewa ke sini, mereka enggak balik lagi kan?"

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar