MURIANETWORK.COM - Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Sidang Dewan Pleno (SDP) ke-18 organisasi tersebut di Makassar, Sulawesi Selatan. Sidang yang berlangsung pada Minggu (15 Februari 2026) ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah, membahas berbagai tantangan ekonomi strategis, termasuk upaya menjaga ketahanan kelas menengah pengusaha di tengah gejolak global.
Makassar Dipilih Sebagai Tuan Rumah
Acara bertempat di Four Points by Sheraton Makassar itu dihadiri oleh sejumlah figur seperti Andi Amran Sulaiman, Andi Sudirman Sulaiman, dan Andi Rachmatika Dewi beserta jajaran Forkopimda setempat. Dalam laporannya, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari menjelaskan bahwa penunjukan Makassar sebagai lokasi penyelenggara merupakan hasil keputusan rapat lengkap badan pengurus pada Januari lalu.
"Saya laporkan kepada Ketua Dewan Kehormatan bahwa acara hari ini digelar di Makassar atas keputusan rapat lengkap BPP HIPMI," tuturnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa konsolidasi internal organisasi telah berjalan hingga ke 38 provinsi, mencakup empat Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua. Proses ini, meski penuh tantangan, dijalankan sebagai bentuk komitmen terhadap amanat Musyawarah Nasional.
"Memang tidak mudah, masing-masing daerah punya handicap berbeda, tapi amanat Munas harus kami jalankan," jelas Akbar.
Kelas Menengah Pengusaha Jadi Sorotan Utama
Forum strategis ini turut mengangkat isu target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintahan mendatang. Akbar menyoroti sebuah tantangan mendasar: penyusutan kelas menengah pengusaha yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.
"Kelas menengah kita turun dari 21 persen menjadi sekitar 17 persen dan terus mengalami degradasi. Perlu afirmasi dan insentif agar mereka bisa bertahan dan tumbuh," tegasnya.
Meski mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah, HIPMI menilai dukungan bagi segmen pengusaha menengah masih terbatas. Insentif yang ada dinilai lebih banyak menyentuh pelaku UMKM skala mikro dan kecil. Untuk menjawab hal ini, organisasi mengusulkan skema kredit khusus dengan plafon antara Rp20 miliar hingga Rp50 miliar.
"Kami mengusulkan ada kredit bagi usaha kelas menengah agar daya beli dan supply-demand tetap terjaga," kata Akbar.
Dukungan dan Analisis Kondisi Ekonomi dari Bahlil Lahadalia
Dalam sambutannya, Bahlil Lahadalia menyampaikan salam dari Presiden terpilih Prabowo Subianto dan menegaskan ikatan emosionalnya yang kuat dengan HIPMI. Ia menggambarkan organisasi ini sebagai tempat pembentukan karakter kepemimpinan dan jiwa wirausaha.
"HIPMI ini cinta pertama saya. Di sinilah kita dilatih leadership, dilatih menjadi pengusaha yang pantang mundur," ujarnya.
Menteri ESDM itu kemudian memaparkan analisisnya mengenai kondisi ekonomi dunia yang diliputi ketidakpastian akibat berbagai konflik geopolitik. Namun, di tengah turbulensi global, perekonomian Indonesia dinilainya tetap menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan konsisten di atas 5,3 persen dan inflasi yang terkendali.
"Di antara negara-negara G20, pertumbuhan terbesar memang India, setelah itu Indonesia," lanjut Bahlil.
Secara khusus, ia menyoroti kondisi sektor energi, dimana lifting minyak nasional masih berada di bawah capaian era 1990-an, meski target APBN terkini berhasil dipenuhi. Kebutuhan impor energi yang masih besar, sekitar Rp520 triliun per tahun, menjadikan peran pengusaha muda dalam mendorong investasi dan kemandirian di sektor ini semakin krusial.
Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah
Secara keseluruhan, Sidang Dewan Pleno HIPMI ke-18 diharapkan tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga mampu merumuskan rekomendasi kebijakan yang strategis untuk pemerintah. Kontribusi pemikiran dari kalangan pengusaha muda ini dianggap vital untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mendorong Indonesia keluar dari risiko jebakan pendapatan menengah. Suara dari forum ini diharapkan dapat menjadi masukan konkret dalam merancang langkah-langkah afirmatif bagi dunia usaha, khususnya di tengah target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Artikel Terkait
DJP Resmi Ingatkan Publik Waspadai Gelombang Penipuan Berkedok Institusi Pajak
Tembok Mewah Ambruk di Kalibata, Halaman SMPN 182 Rusak Parah
Gattuso Siapkan Daftar 50 Pemain untuk Seleksi Playoff Piala Dunia 2026
KPK Dalami Benturan Kepentingan dan Pengaturan Pajak Eks Kepala KPP Banjarmasin