Suasana di Iran masih tegang. Demo-demo rusuh yang nyaris berlangsung sepekan telah meninggalkan gejolak yang belum juga reda. Di tengah situasi seperti ini, suara dari Garda Revolusi pun terdengar lantang.
Komandan Mohammad Pakpour, dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), baru-baru ini mengeluarkan pernyataan keras. Lewat siaran televisi pemerintah, Pakpour menegaskan bahwa negaranya sudah siaga penuh. Mereka siap, katanya, untuk melayani respons yang tegas terhadap segala bentuk provokasi.
"Tingkat kesiapan tertinggi untuk merespons secara tegas setiap salah perhitungan musuh,"
Begitu bunyi pernyataannya yang dikutip media, Kamis lalu. Ancaman itu tak ditujukan ke sembarang pihak. Pakpour dengan jelas menyebut Israel dan Amerika Serikat sebagai musuh. Menurut analisisnya, kedua negara itulah yang diduga berada di balik gelombang protes yang melanda negeri itu.
Tak berhenti di situ, sang komandan bahkan menyebut nama. Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu ditudingnya sebagai "pembunuh para pemuda Iran". Tuduhan yang tentu saja semakin memanaskan suasana.
Jadi, situasinya jelas. Sementara di dalam negeri api unjuk rasa masih membara, dari sisi militer, peringatan-peringatan tajam justru diarahkan ke luar. Iran tampaknya sedang bersiap di dua front sekaligus.
Artikel Terkait
Aubameyang Jadi Pahlawan, Marseille Balikkan Keunggulan Lyon 3-2 di Injury Time
Go Ahead Eagles Kalahkan Excelsior 1-0, Jonathans dan James Turun Bermain
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026
Imsak Jatuh Pukul 04.17 WIB untuk Warga Yogyakarta Hari Ini