Setiap Ramadan tiba, perdebatan klasik itu selalu muncul lagi. Mana yang lebih pas untuk buka puasa: segelas air es yang menggigit atau air hangat yang menenangkan? Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya kerap bikin panas kuping.
Di satu sisi, ada yang bersikukuh minum air dingin saat perut kosong itu jahat, bikin kembung. Tapi, coba tanya pada yang lain. Bagi mereka, buka puasa tanpa sentuhan segar es teh atau sirup dingin itu rasanya ada yang kurang, tidak afdal. Perdebatan ini seolah tak ada ujungnya.
Nah, akhirnya dr. Tirta Mandira Hudhi, influencer kesehatan yang juga dokter, angkat bicara. Ia mencoba meluruskan kebingungan ini dengan penjelasan medis yang cukup mengejutkan. Menurutnya, selama ini kita salah fokus.
"Perut kembung itu karena kebanyakan cairan. Bukan karena kebanyakan air dingin," tegas dr. Tirta dalam sebuah sesi tanya jawab di kanal YouTube-nya.
Ia melanjutkan, "Air panas juga kembung, air biasa juga kembung."
Jadi, biang keladinya adalah volume, bukan suhu. Tapi, bukan berarti dr. Tirta membebaskan kita menenggak es sebanyak-banyaknya. Ada peringatan khususnya. Minum air dingin saat perut kosong bisa memicu brain freeze yang sakitnya sampai ke kepala.
"Karena nggak semua orang itu kuat," jelasnya.
Pada dasarnya, tubuh kita punya mekanisme canggih. Lambung akan menyesuaikan suhu apa pun yang masuk hingga mencapai titik normal. Jadi, secara teknis, suhu air itu akan dinetralkan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan