Bek muda berdarah Australia-Indonesia, Mathew Baker, menorehkan namanya dalam lembaran sejarah sepak bola nasional setelah menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior pada laga FIFA Matchday melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026). Pemain yang tengah menimba ilmu di akademi Melbourne City FC itu dipercaya pelatih John Herdman untuk masuk menggantikan Rizky Ridho pada menit ke-80, saat Indonesia sudah unggul dalam pertandingan yang akhirnya dimenangkan dengan skor meyakinkan 3-0. Tiga gol kemenangan skuad Garuda dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Namun, sorotan utama laga tersebut justru tertuju pada Baker yang berhasil memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang pernah menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior. Saat diturunkan, ia baru berusia 17 tahun 23 hari. Catatan itu melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Arkhan Kaka, yang menjalani debut senior pada usia 17 tahun 3 bulan 7 hari. Kehadiran Baker di lapangan menjadi simbol regenerasi yang tengah dibangun Timnas Indonesia menuju masa depan yang lebih kompetitif di level internasional.
Keputusan John Herdman memainkan Baker menjadi bukti bahwa pelatih asal Kanada tersebut tidak ragu memberikan kesempatan kepada pemain muda berbakat. Pelatih Timnas Indonesia itu menilai Baker menunjukkan perkembangan positif sejak mengikuti pemusatan latihan bersama skuad Garuda senior. Meski baru berusia 17 tahun, bek muda tersebut dinilai memiliki kualitas teknis, ketenangan, dan pemahaman taktik yang cukup matang untuk bersaing di level internasional.
Selama menjalani pemusatan latihan, Baker juga mendapatkan banyak masukan dari para pemain senior, termasuk Kevin Diks yang beroperasi di posisi serupa. Pengalaman berlatih bersama pemain-pemain berpengalaman membantu proses adaptasinya sehingga mampu tampil percaya diri saat menjalani debut di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Sementara itu, karier internasional Baker berkembang sangat pesat dalam beberapa bulan terakhir. Sebelum dipanggil ke tim senior, pemain kelahiran Melbourne tersebut merupakan salah satu pilar penting Timnas Indonesia U-17 yang tampil di berbagai ajang internasional. Penampilan konsistennya di level kelompok umur membuat tim pelatih senior memberikan kepercayaan lebih cepat dibandingkan banyak pemain seusianya. Kesempatan itu berhasil dijawab Baker dengan mencatatkan debut bersejarah bersama Timnas Indonesia senior.
Menariknya, setelah menjalani laga pertamanya bersama skuad Garuda, Baker masih masuk dalam proyeksi Timnas Indonesia U-19 untuk agenda internasional berikutnya. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pemain muda tersebut menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang sepak bola Indonesia.
Debut Baker semakin menegaskan komitmen Timnas Indonesia dalam memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkembang di level tertinggi. Menjadi pemain termuda yang pernah menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior merupakan pencapaian istimewa yang dapat menjadi pijakan penting dalam kariernya. Dengan usia yang masih sangat muda, Baker memiliki kesempatan besar untuk terus berkembang dan memperkuat lini pertahanan Garuda dalam jangka panjang. Keberhasilan menembus skuad senior pada usia 17 tahun juga menjadi bukti bahwa proses pembinaan pemain muda Indonesia mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Jika mampu menjaga konsistensi performa di level klub maupun tim nasional, Baker berpeluang menjadi salah satu pilar utama sekaligus wajah baru sepak bola Indonesia pada masa mendatang.
Artikel Terkait
Polisi Sita 1,5 Kg Sabu dari Pasutri Bandar di Rest Area Tol Sragen
KPK Sita Harley Davidson, Ducati, dan Dua Porsche dari Rumah Wamen Imipas Nonaktif Silmy Karim
Perempuan Lansia di Madiun Jadi Korban Hipnotis, Kerugian Capai Rp30 Juta
Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Akhir Penantian 38 Tahun Sekaligus Debut Bersejarah Mathew Baker