Menjelang persalinan, banyak ibu hamil yang mulai mengonsumsi pelancar ASI atau ASI booster dengan harapan produksi ASI melimpah setelah bayi lahir. Namun, langkah ini ternyata belum didukung bukti ilmiah yang kuat.
Konselor laktasi dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang secara meyakinkan menunjukkan bahwa konsumsi pelancar ASI secara rutin sejak hamil dapat meningkatkan produksi ASI setelah melahirkan.
"Yang menentukan produksi ASI adalah justru seberapa sering payudara dikosongkan sejak bayi lahir," ucap dr. Aisya.
Prinsipnya sederhana: semakin sering bayi menyusu atau ASI diperah, semakin banyak sinyal yang diterima tubuh untuk memproduksi ASI. Konsep ini dikenal sebagai supply and demand, di mana produksi ASI mengikuti kebutuhan bayi.
Beberapa bahan yang kerap digunakan sebagai pelancar ASI, seperti fenugreek, daun katuk, dan moringa (daun kelor), memang pernah diteliti. Namun, hasilnya masih beragam. "Beberapa penelitian menunjukkan kalau ada manfaatnya tapi beberapa juga tidak," tuturnya.
Oleh karena itu, suplemen maupun herbal pelancar ASI belum direkomendasikan untuk dikonsumsi secara rutin, terutama tanpa indikasi atau anjuran dari tenaga medis.
Daripada fokus pada konsumsi pelancar ASI, dr. Aisya menyarankan ibu hamil mempersiapkan proses menyusui sejak masa kehamilan. Salah satunya dengan mempelajari teknik menyusui yang benar, termasuk posisi dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Setelah bayi lahir, ibu dianjurkan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) agar proses menyusui dimulai sesegera mungkin. Bayi sebaiknya disusui sesering mungkin, sekitar 8–12 kali sehari, untuk merangsang produksi ASI.
Tak kalah penting, ibu perlu menjaga kondisi tubuh tetap sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan memenuhi kebutuhan cairan. "Ibu juga harus menjaga pola makan seimbang, minum air putih ya harus minum 3 liter dalam sehari," kata dr. Aisya.
Dengan persiapan yang tepat dan frekuensi menyusui yang optimal setelah melahirkan, peluang produksi ASI yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi pun akan semakin besar.
Artikel Terkait
Fenomena Bayi Ngeplank, Dokter Ungkap Manfaat dan Tanda Bahaya