Sri Mulyani Bantah Isu Mundur dari Kabinet, Sebut Ada Manipulasi Dokumen Rapat

- Minggu, 07 Juni 2026 | 02:45 WIB
Sri Mulyani Bantah Isu Mundur dari Kabinet, Sebut Ada Manipulasi Dokumen Rapat

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akhirnya angkat bicara mengenai isu yang menyebut dirinya akan mundur dari kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan saat ia memaparkan laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kita edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menepis keras spekulasi yang beredar di publik.

Menkeu menduga bahwa informasi soal pengunduran dirinya merupakan hasil manipulasi atau twist dari dokumen selebaran rapat yang sempat beredar. Ia mencurigai ada pihak yang sengaja memelintir isi notulen pertemuan dengan Presiden Prabowo untuk menciptakan kesimpulan yang keliru. Dugaan ini mengemuka di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Di hadapan para pemangku kepentingan, Purbaya menegaskan bahwa dirinya dan jajarannya tetap berkomitmen penuh untuk melanjutkan tugas. Ia menyatakan tidak ada niat untuk meninggalkan posisi yang diembannya saat ini. "Kami akan terus maju," ujarnya, menekankan bahwa fokus utama kementerian tetap pada pengelolaan fiskal yang sehat dan transparan.

Sementara itu, isu mundurnya Menteri Keuangan sempat memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan analis ekonomi. Pasalnya, sosok Purbaya dianggap sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia. Namun, dengan pernyataan tegas ini, diharapkan ketidakpastian yang sempat melanda dapat segera mereda.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana Negara maupun juru bicara Presiden Prabowo terkait polemik tersebut. Publik pun masih menunggu klarifikasi lebih lanjut mengenai isi selebaran rapat yang menjadi pangkal persoalan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar