Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa AS dan Israel sepakat untuk menunda rencana serangan baru terhadap Iran, dengan syarat Teheran segera menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Keputusan ini diambil setelah Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah meminta Washington menahan diri dari melancarkan serangan lanjutan.
Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Sabtu (1/8), Trump menulis, "Berdasarkan permintaan tersebut, saya setuju membatalkan serangan demi masa depan dunia dan kelangsungan Iran yang sukses serta makmur, dengan syarat kesepakatan bisa segera dicapai." Ia menegaskan bahwa kesepakatan itu harus mencakup pembukaan penuh dan segera Selat Hormuz serta diakhirinya ancaman program nuklir Iran.
"Israel bergabung dengan saya dalam komitmen ini. Mari bekerja dan selesaikan kesepakatan itu," ujar Trump.
Kekhawatiran akan meluasnya perang meningkat setelah Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran "dengan sangat keras" dan dilaporkan mempertimbangkan serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut. Namun, tekanan diplomatik tampaknya membuahkan hasil.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman disebut telah menelepon Trump pada Minggu (2/8) untuk menyampaikan kekhawatiran atas rencana serangan itu dan meminta agar situasi tidak semakin memanas.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mengatakan Iran kini tampak lebih terbuka untuk berunding mengenai denuklirisasi dan pembukaan kembali Selat Hormuz, meski Washington menilai Teheran masih memiliki kemampuan untuk menimbulkan ancaman.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Trump soal Permintaan Batalkan Serangan
Trump Konfirmasi Kerja Sama AS-Jepang Intervensi Pasar demi Perkuat Yen
Trump Batalkan Serangan ke Iran demi Perundingan, Putaran Baru Dimulai Hari Ini
Perang Tanpa Akhir: Pola Lama yang Kembali Menghantui AS di Iran