Krisis Imigran di Perbatasan Spanyol-Maroko: Puluhan Tewas, 60.000 Nekat Menyeberang

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Krisis Imigran di Perbatasan Spanyol-Maroko: Puluhan Tewas, 60.000 Nekat Menyeberang

Krisis kemanusiaan terjadi di perbatasan laut Spanyol-Maroko. Sedikitnya 67 imigran tewas hingga Sabtu (1/8/2026), sebagian besar tenggelam saat mencoba menyeberang dari Maroko ke Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara.

Menurut pemerintah Spanyol, korban jiwa juga disebabkan oleh kericuhan di mana para imigran saling berdesakan dan terinjak-injak saat melintasi area pemecah gelombang. Dalam tiga hari terakhir, sekitar 60.000 imigran nekat melakukan penyeberangan berbahaya tersebut.

Menghadapi lonjakan imigran, Spanyol mengumumkan akan memasang pagar tambahan sepanjang 500 meter di sepanjang pemecah gelombang yang menjorok ke laut. Langkah ini diambil untuk mencegah upaya penyeberangan yang semakin nekat.

Para imigran tampak memaksakan diri menyeberang tanpa memedulikan kondisi, meski sudah kelelahan. Setibanya di Pantai Tarajal, Ceuta, mereka disambut tentara Spanyol yang segera memulangkan mereka kembali ke Maroko. Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan sebagian besar imigran yang datang dari Afrika Utara telah dikembalikan.

"Kehidupan di kota ini telah terganggu akibat insiden perbatasan," ujar pemimpin Ceuta, Juan Jesus Vivas, seperti dikutip dari AFP.

Meski banyak yang dipulangkan, sejumlah imigran tetap bertahan di Ceuta. Salah satunya Mohamed Hatri (23), warga Maroko yang bersikukuh tinggal di Spanyol meski harus menghadapi kesulitan. "Mereka menutup semuanya sehingga kami tidak bisa membeli makanan, memaksa kami pulang ke negara kami," katanya. Namun, Hatri menegaskan akan tetap tinggal di Spanyol, tak peduli jika harus menghadapi kelaparan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags