Pemerintah Kabupaten Serang memasang sistem peringatan dini (early warning system) gempa bumi di SDN Pasauran 1, Kecamatan Cinangka. Kecamatan ini dikenal sebagai daerah rawan gempa dan sempat terdampak tsunami pada 2018.
Alat yang dipasang merupakan hibah dari PT TOA Indonesia berupa sistem komunikasi evakuasi Z-FV2148W-AS Wall-Mount Evacuation System. Sistem ini dirancang untuk menyampaikan informasi secara cepat dan jelas saat kondisi darurat, serta dapat terintegrasi dengan alarm sehingga pesan evakuasi dapat menjangkau seluruh area sekolah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. "Karena kami khawatir jika tidak dipersiapkan, meski kita tidak mengharapkan bencana terjadi, mereka belum siap menghadapinya. Maka dari itu dilakukan sosialisasi penggunaan EWS ini untuk mengurangi dampak bencana gempa bumi," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026).
Pemkab Serang juga mengajak seluruh pihak aktif menyosialisasikan mitigasi bencana. Dengan sosialisasi di SDN Pasauran 1, diharapkan para siswa dapat menyampaikan pengetahuan tersebut kepada orang tua masing-masing. "Mudah-mudahan para siswa ini bisa menyosialisasikannya kepada orang tua mereka di rumah masing-masing," tambah Ajat.
Brand & Community Manager TOA Indonesia, Clara Dinny A, menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung mitigasi bencana di daerah rawan. "Kami ingin memastikan edukasi mitigasi bencana dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah, dimulai dari SDN Pasauran 1, sehingga praktik baik ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah pesisir dan daerah rawan bencana, untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman," jelasnya.
Artikel Terkait
Kejagung Luncurkan Aplikasi EWS Jaga Desa untuk Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi