Suasana Car Free Day di Margonda Raya, Depok, pagi ini terasa berbeda. Meski tetap digelar selama Ramadan, keramaian yang biasa menyelimuti kawasan itu seolah menguap. Pantauan di lokasi pada Minggu pagi menunjukkan jalanan yang lebih lengang dari biasanya.
Parkiran kosong. Juru parkir yang biasanya sigap menawarkan lahan di trotoar pun tampak sepi. Hanya sedikit warga yang terlihat berjalan kaki menuju area CFD. Memasuki jalur utama, perbedaannya makin jelas. Deretan stan kuliner yang biasanya memadati sisi jalan nyaris tak terlihat. Pengunjung yang ada lebih fokus pada jogging, bersepeda, atau sekadar jalan santai.
Reni, seorang warga berusia 27 tahun, mengaku sengaja memilih datang saat Ramadan. "Jarang, nggak setiap minggu juga ke sini, karena rame," ujarnya.
"Aku pikir kalau Ramadan wah sepi nih, aku ajak ibu olahraga," tambah Reni.
Menurutnya, kondisi seperti ini justru lebih pas dengan semangat awal CFD sebagai ajang berolahraga. Suasana lengang membuat aktivitas fisik jadi lebih leluasa, tanpa harus berdesakan dengan pemburu kuliner.
"Enak gini sepi, harusnya begini sepi biar bisa jogging olahraga. Kebanyakan pedagang jadi fokusnya ke jajan nggak olahraga ha-ha-ha," tuturnya sambil tertawa.
Di sisi lain, warga lain bernama Tiko (40) tampak asyik mengajak anjing peliharaannya jalan-jalan. Ia merasakan hal serupa. Baginya, suasana Ramadan di CFD justru lebih nyaman dan ramah.
"Mau main-main aja di jalan, sekalian saya jalan (sehat) juga. Bawa anjing buat nemenin aja, kayanya enak gitu sepi gini suasananya, sambil bebas juga peliharaan," kata Tiko.
Ya, mungkin pilihan jadi sedikit. Tak banyak pedagang yang buka. Tapi justru di situlah nilai plusnya menurut beberapa pengunjung. Ruang untuk bergerak jadi lebih luas, hiruk-pikuk berkurang.
"Seneng nggak seneng, jadi nggak bisa jajan. Tapi bagus kayak gini ya, olahraga enak gitu," pungkas Tiko menutup percakapan.
Jadi, meski sepi, CFD Ramadan di Depok rupanya menemukan ritmenya sendiri. Lebih santai, lebih fokus pada gerak, dan lebih banyak ruang untuk bernapas.
Artikel Terkait
Israel Hancurkan Jembatan Vital Penghubung Tyre-Sidon di Lebanon Selatan
Tujuh Dapur Gizi di Manokwari Masih Ditangguhkan Gara-gara IPAL Tak Standar
Debat Panas Warnai Evaluasi Prolegnas 2026, RUU Migas Jadi Pemicu Kericuhan
Tim SAR Temukan Tujuh Korban Meninggal dari Helikopter Jatuh di Sekadau, Satu Masih Dicari