Kepanikan mendadak menyergap sebuah warung Tegal di kawasan Gandamekar, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, ketika kobaran api tiba-tiba membesar dari gudang limbah tekstil di permukiman padat penduduk. Salamun (65), pemilik warung, tak sempat berpikir panjang saat menyadari bahaya yang mengancam. Ia langsung membubarkan para pelanggan yang tengah menikmati hidangan di tempatnya.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026, sekitar pukul 17.30 WIB. Salamun menuturkan bahwa api pertama kali terlihat muncul dari gudang penyimpanan limbah lawon. Teriakan “kebakaran” yang terdengar dari warga sekitar membuatnya bergegas bertindak tanpa menunda.
“Saya suruh bubar. Ada yang mau makan, saya bilang nggak bisa dulu,” ujar Salamun saat menceritakan kembali momen tersebut.
Memasuki waktu azan Magrib, api dilaporkan mulai membesar dan tak terkendali. Salamun segera memadamkan aliran listrik di warungnya. Bersama anak dan keponakannya, ia berupaya menyelamatkan barang-barang berharga, termasuk kulkas dan seluruh makanan yang sudah dimasak.
Barang-barang itu kemudian diletakkan di pinggir jalan depan warung demi menghindari jangkauan api. “Saya keluarkan ya barang-barang, ada kulkas dan masakan-masakan,” tuturnya.
Sementara itu, suasana di jalanan berubah menjadi riuh rendah. Salamun menceritakan bahwa banyak warga berkumpul menyaksikan kejadian, sementara petugas pemadam kebakaran terus berlalu-lalang keluar masuk permukiman yang padat tersebut. Upaya pemadaman berlangsung hingga api akhirnya berhasil dikendalikan.
Setelah situasi dinyatakan aman, Salamun kembali membuka warungnya. Lampu baru bisa dinyalakan pada pukul 21.30 WIB, sementara aktivitas warung mulai berjalan kembali sekitar pukul 20.00 WIB. “Jam 8 (malam) buka lagi, (pukul) 21.30 baru dinyalain lampunya,” sambungnya.
Artikel Terkait
IAEA Peringatkan Bahaya Serangan Drone di PLTN Zaporizhzhia, Sebut Insiden Pertama Sejak April 2024
Kvaratskhelia Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Champions 2025/26 Usai Bawa PSG Juara
11 Negara Siap Bertarung di Piala AFF U-19 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah Sekaligus Juara Bertahan
Israel Klaim Tewaskan 900 Anggota Hizbullah, Gencatan Senjata dengan Lebanon Dianggap Gagal