JAKARTA – Aksi copet beraksi di tengah hingar-bingar konser musik Gesrek di Pantai Karnaval, Ancol. Polisi akhirnya mengamankan lima orang yang diduga merupakan komplotan. Mereka kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Menurut AKBP James Hutajulu, Wakapolres Metro Jakarta Utara, kasus ini terbongkar setelah sejumlah penonton melaporkan kehilangan ponsel. Keramaian acara itu rupanya dimanfaatkan betul oleh para pelaku untuk beraksi.
"Dari hasil observasi, tim mengamankan sejumlah pelaku yang membawa handphone yang bukan miliknya," jelas James.
Ia menambahkan, "Kami juga melakukan body checking kepada penonton yang keluar guna mencegah pelaku lain melarikan diri."
Pengungkapan ini, kata Kapolsek Pademangan Kompol Immanuel Sinaga, berawal dari kewaspadaan petugas di lapangan. Mereka memperhatikan gerak-gerik yang mencurigakan di antara penonton. Begitu menemukan orang yang dicurigai, polisi langsung melakukan penggeledahan.
Lima orang yang diamankan itu terbagi dalam tiga klaster. "Klaster pertama MTM, SH, AGS, klaster kedua SA, Klaster ketiga MH," ungkap Immanuel.
Rencana mereka ternyata cukup matang. Para tersangka ini membeli tiket konser terlebih dahulu. Dengan begitu, mereka bisa leluasa masuk ke area penonton dan bercampur dengan korban.
Dari pengamanan itu, polisi berhasil menyita 21 unit ponsel. Namun begitu, baru delapan di antaranya yang sudah dilaporkan resmi oleh korban. Untuk sisanya, polisi mengumumkannya kepada pengunjung. Mereka yang kehilangan bisa mengambilnya dengan menunjukkan bukti kepemilikan yang sah.
Sampai saat ini, Polsek Pademangan telah memproses delapan laporan polisi terkait kasus ini. Pihak kepolisian juga masih berusaha menelusuri pemilik dari ponsel-ponsel yang belum diklaim.
Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya bisa mencapai tujuh tahun penjara. Penyidik pun masih melakukan pengembangan. Mereka ingin memastikan apakah komplotan ini juga beraksi di konser-konser lain sebelumnya.
Artikel Terkait
Iran Hentikan Diplomasi dengan AS dan Ancam Buka Front Baru jika Israel Lanjutkan Serangan ke Lebanon-Gaza
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Vulkanik Capai 1.300 Meter di Atas Puncak
Lebih dari 10.000 WNI Korban Penipuan Daring di Kamboja Ajukan Pemulangan ke Indonesia
Sekretaris Kabinet Bantah Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sekadar Seremonial, Paparkan Capaian Diplomasi 1,5 Tahun