Sekretaris Kabinet Bantah Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sekadar Seremonial, Paparkan Capaian Diplomasi 1,5 Tahun

- Senin, 01 Juni 2026 | 23:50 WIB
Sekretaris Kabinet Bantah Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sekadar Seremonial, Paparkan Capaian Diplomasi 1,5 Tahun

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya buka suara mengenai alasan di balik tingginya frekuensi kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam satu setengah tahun terakhir. Menurut Teddy, langkah tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan respons strategis terhadap situasi global yang tengah dilanda berbagai krisis.

Teddy menjelaskan bahwa Prabowo menjabat sebagai kepala negara di saat dunia menghadapi ketegangan geopolitik yang kompleks. Konflik di Ukraina, Venezuela, serta ketegangan terbaru di Iran dan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara seperti Arab Saudi, Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, menjadi latar belakang perlunya pendekatan personal antarpemimpin dunia. “Setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia,” ujarnya melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa hanya meminta bantuan ketika krisis telah terjadi. Oleh karena itu, Presiden perlu menjalin hubungan yang erat sejak awal. “Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung diliput media ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi,” imbuhnya.

Teddy juga membantah anggapan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri hanya bersifat gagah-gagahan. Ia meminta publik untuk melihat capaian nyata yang telah dihasilkan dari rangkaian diplomasi tersebut selama satu setengah tahun terakhir. “Salah besar jika kunjungan Prabowo ke luar negeri dianggap sebagai gagah-gagahan dan seremonial,” tegasnya.

Sejumlah hasil konkret pun dipaparkan. Salah satunya adalah keberhasilan Indonesia bergabung ke dalam kelompok BRICS di tengah konflik global. Menurut Teddy, keanggotaan ini membawa dampak langsung terhadap ketahanan dalam negeri. “Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman,” ungkapnya.

Di sisi lain, Teddy menyoroti pencapaian di bidang perdagangan internasional. Indonesia berhasil mendapatkan tarif nol persen untuk ekspor ke Uni Eropa yang mencakup 25 negara. “Ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo, tepatnya tahun 2025 lalu,” lanjutnya.

Dalam hal investasi, tercatat masuknya dana senilai sekitar Rp2.430 triliun dalam satu setengah tahun terakhir. Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan juga menghasilkan komitmen bisnis mencapai USD33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun. Sementara itu, penguatan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah negara, seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.

Bidang pelayanan publik pun tidak luput dari hasil diplomasi. Teddy menyebutkan bahwa pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 dan 2026, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memiliki perkampungan haji di Arab Saudi. “Dan Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jamaah haji,” ungkapnya.

Dalam isu kemanusiaan, Indonesia turut aktif dalam upaya mendukung Palestina melalui pengiriman bantuan logistik udara, pengoperasian kapal rumah sakit, hingga pemberian beasiswa pendidikan bagi pelajar Palestina di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga berhasil memulangkan warga negara Indonesia yang sempat diamankan otoritas Israel di laut lepas beberapa waktu lalu.

“Dan ingat, yang tadi saya sampaikan adalah hasil konkret nyata 1,5 tahun terakhir. Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan, maupun tidak dipublikasikan. Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya,” pungkas Teddy.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar