Harga sejumlah bahan pangan pokok di pasar domestik mengalami pergerakan signifikan pada Senin (1/6/2026), dengan cabai merah dan daging ayam ras segar mencatatkan lonjakan tertinggi. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dirilis Bank Indonesia pada pukul 8.30 WIB menunjukkan adanya tekanan kenaikan pada komoditas tertentu, meskipun beberapa jenis bahan pangan justru mengalami penurunan harga.
Cabai merah keriting menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan paling tajam, yakni melonjak 10,88 persen menjadi Rp72.850 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar ikut naik 3,03 persen ke level Rp69.600 per kilogram. Namun, di sisi lain, harga cabai rawit hijau justru anjlok hingga 23,42 persen menjadi Rp43.650 per kilogram, dan cabai rawit merah turun 9,05 persen menjadi Rp85.550 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam ras segar yang naik 11,7 persen menjadi Rp43.450 per kilogram. Sebaliknya, harga daging sapi menunjukkan tren penurunan. Daging sapi kualitas I turun 3,27 persen menjadi Rp137.300 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II melemah 8 persen menjadi Rp128.850 per kilogram.
Di kelompok bumbu dapur, bawang merah tercatat naik 9,26 persen menjadi Rp54.850 per kilogram, sementara bawang putih menguat tipis 1,29 persen menjadi Rp39.200 per kilogram. Gula pasir premium juga mengalami kenaikan sebesar 9,63 persen menjadi Rp22.200 per kilogram, dan gula pasir lokal naik 5,24 persen menjadi Rp20.100 per kilogram.
Harga minyak goreng juga bergerak naik. Minyak goreng curah meningkat 6,31 persen menjadi Rp21.900 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I naik 7,31 persen menjadi Rp25.700 per liter. Namun, minyak goreng kemasan bermerek II masih bertahan di level Rp23.150 per liter, tidak berubah dari hari sebelumnya.
Untuk komoditas beras, pergerakan harga cenderung bervariasi. Beras kualitas bawah I naik 3,78 persen menjadi Rp15.100 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II justru turun 1,38 persen menjadi Rp14.250 per kilogram. Beras kualitas medium I turun 0,93 persen menjadi Rp16.000 per kilogram, dan beras kualitas medium II melemah 5 persen menjadi Rp15.200 per kilogram. Adapun beras kualitas super I naik 3,16 persen menjadi Rp17.950 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II turun tipis 0,3 persen menjadi Rp16.850 per kilogram.
Sementara itu, telur ayam ras segar juga mencatatkan kenaikan sebesar 5,75 persen menjadi Rp32.200 per kilogram. Fluktuasi harga ini menjadi perhatian bagi daya beli masyarakat, terutama menjelang periode permintaan tinggi di tengah dinamika pasokan dan distribusi pangan nasional.
Artikel Terkait
Menkeu: Aturan DHE SDA Perkuat Likuiditas Bank Himbara, tapi Harga Saham Belum Bergerak
Investasi Global AI Tembus Rp10.300 Triliun pada 2025, Melonjak 129,9 Persen
Presiden Prabowo Hadiri Upacara Persemayaman Ryamizard Ryacudu di Kemhan
IMF, Bank Dunia, dan IEA Peringatkan Krisis Pasokan Minyak Akibat Terganggunya Selat Hormuz