Argentina Jadi Contoh Nyata Propaganda Israel, Bisakah Indonesia Bernasib Sama?

- Minggu, 19 Juli 2026 | 06:20 WIB
Argentina Jadi Contoh Nyata Propaganda Israel, Bisakah Indonesia Bernasib Sama?

Mungkin. Kata siapa tidak? Pertanyaan apakah Indonesia bisa mendukung Israel mungkin terdengar mustahil saat ini. Namun, penulis Tere Liye mengingatkan bahwa Argentina adalah bukti nyata bagaimana propaganda yang sistematis mampu mengubah sikap sebuah bangsa.

Argentina, yang dulunya sulit dibayangkan akan mendukung Israel, kini tercatat sebagai salah satu dari sepuluh negara yang menolak pengakuan negara Palestina. Padahal, saat pelantikan, beberapa politisi Argentina bahkan mengucapkan kalimat 'from river to the sea, Palestine will be free'.

Menurut Tere Liye, perubahan itu terjadi karena cuci otak yang berhasil dilakukan oleh Israel. Israel, katanya, adalah entitas propaganda super yang memiliki kaki tangan di mana-mana. Salah satu saluran propagandanya adalah hiburan film, serial, dan platform streaming selama 30 tahun terakhir. 'Dimasukkan pelan-pelan, kamu sih nggak sadar. Sama nggak sadarnya jika LGBT ada di berbagai industri hiburan, dan kamu asyik-asyik saja tuh nonton,' tulisnya.

Sepak bola juga menjadi alat propaganda yang efektif. Saat Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia karena penolakan terhadap tim Israel, banyak penduduk Indonesia yang justru marah kepada pemerintah. 'Sungguh menyedihkan menyaksikan penduduk Indonesia yang mulai merasa: tapi kan itu cuma bola. apa salahnya Israel tanding di sini,' ungkap Tere Liye. Ia menegaskan bahwa sepak bola sejak dulu adalah alat politik.

Dengan mental yang lemah, Tere Liye khawatir Indonesia bisa mengikuti jejak Argentina. 'Hari ini, susah membayangkannya, tapi besok lusa? Duuh, dengan mental lemah begini, kita dibuat capek, lelah, buat apa sih dukung Palestina? negara orang ini. Kita mulai tidak peduli, bodo amat. Dan lama-lama, kita mulai, ih lebih asyik dukung Israel deh. Bangsa terpilih,' tulisnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia sendiri bisa bubar, seperti Sriwijaya dan Majapahit yang kini hanya tinggal catatan sejarah. 'Apalagi Indonesia yang 100 tahun saja belum,' katanya. Tere Liye mengajak pembaca untuk tidak bersikap munafik: dukung timnas sepak bola boleh, tetapi harus tetap marah terhadap sepuluh negara yang menolak Palestina.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags