Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina bukan sekadar perebutan trofi juara. Laga ini juga menjadi ajang pemecahan rekor pertemuan kedua tim yang selama puluhan tahun berjalan sangat berimbang.
Berdasarkan data FIFA, kedua tim telah bertemu sebanyak 14 kali sebelum partai final. Hasilnya benar-benar seimbang: masing-masing mengoleksi enam kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang. Minimnya pertemuan di ajang resmi membuat sebagian besar duel terjadi dalam laga persahabatan. Dari 14 pertandingan tersebut, hanya satu yang dimainkan di kompetisi resmi FIFA, yakni fase grup Piala Dunia 1966, di mana Argentina menang 2-1.
Tak hanya jumlah kemenangan yang identik, produktivitas gol kedua tim juga nyaris tidak terpisahkan. Sejak pertemuan pertama pada 1952, Spanyol dan Argentina sama-sama telah mencetak 18 gol ke gawang lawan. Artinya, tim yang keluar sebagai pemenang di final tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga akan unggul dalam catatan head to head sekaligus menjadi tim paling produktif dalam sejarah pertemuan kedua negara.
Luka Kekalahan Telak
Meski statistik keseluruhan seimbang, kedua tim pernah saling memberikan kekalahan besar. Argentina mencatat kemenangan terbesar saat menghajar Spanyol 4-1 pada laga persahabatan tahun 2010. Namun, delapan tahun kemudian giliran Spanyol yang memberikan pukulan lebih telak. Pada 2018, La Furia Roja membantai Argentina dengan skor 6-1, yang hingga kini masih menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah pertemuan kedua negara sekaligus duel terakhir mereka sebelum final Piala Dunia 2026.
Final Piala Dunia 2026 kini menjadi kesempatan bagi salah satu tim untuk mengakhiri keseimbangan tersebut. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang akan mencatatkan keunggulan baru dalam sejarah rivalitas Spanyol kontra Argentina.
Artikel Terkait
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat untuk Pemain dan Federasi Argentina Usai Final Piala Dunia 2026
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina Usai Keributan di Final Piala Dunia 2026
Patrick Vieira Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Timnas Senegal
Krisis Ekonomi Picu Warga Argentina Kembali ke Sistem Barter