Harga Minyak Turun karena Aksi Ambil Untung, Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah Masih Bayangi

- Minggu, 19 Juli 2026 | 08:36 WIB
Harga Minyak Turun karena Aksi Ambil Untung, Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah Masih Bayangi

Harga minyak dunia ditutup turun pada Jumat (17/7) seiring sebagian pelaku pasar memilih mengambil keuntungan setelah kenaikan sebelumnya. Meski demikian, secara mingguan harga masih mencatat kenaikan sekitar 11 persen karena kekhawatiran konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan global.

Minyak mentah Brent ditutup di atas USD 84 per barel, sementara acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), berada di bawah USD 79 per barel. Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang mendorong harga. Amerika Serikat telah melancarkan serangan selama lima hari berturut-turut terhadap Iran hingga Kamis (16/7). Di sisi lain, Iran disebut meminta kelompok pemberontak Houthi di Yaman untuk menutup jalur Bab el-Mandeb pintu gerbang menuju Laut Merah apabila infrastruktur kelistrikan Iran diserang.

“Tanpa adanya eskalasi yang benar-benar signifikan, para trader enggan mendorong harga naik lebih tinggi lagi. Pasar fisik saat ini juga belum menunjukkan adanya kekurangan pasokan yang kritis,” ujar Rebecca Babin, trader energi senior di CIBC Private Wealth Group.

Meskipun jumlah pelayaran yang terlihat melalui Selat Hormuz menurun, sebagian pengiriman masih terus berlangsung. Sejumlah kapal tanker juga telah melakukan transfer minyak dari kapal ke kapal di lepas pantai Oman.

Komoditas Lain: CPO, Batu Bara, Nikel, Timah

Harga CPO untuk kontrak Agustus turun 0,18 persen pada Jumat (17/7) ke level MYR 4.529 per ton. Sementara itu, harga batu bara berjangka Newcastle untuk kontrak Agustus menguat 1,02 persen ke USD 133,35 per ton.

Di pasar logam, harga nikel di London Metal Exchange turun 1,11 persen ke USD 16.961 per ton. Sebaliknya, harga timah menguat 0,14 persen ke level USD 53.230 per ton.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags