Dua tentara Amerika Serikat tewas dalam serangan rudal balistik dan drone Iran terhadap pangkalan militer di Yordania pada Jumat (17/7/2026). Seorang personel lainnya masih dinyatakan hilang, sementara empat lainnya terluka namun telah diizinkan pulang setelah dirawat di rumah sakit setempat.
Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi insiden tersebut dalam pernyataan resmi yang dikutip Minggu (19/7/2026). "Pada 17 Juli, dua personel militer AS di Yordania tewas dalam pertempuran saat Centcom dan pasukan mitra mempertahankan diri dari serangan rudal balistik dan drone Iran," demikian bunyi pernyataan itu. Centcom menambahkan bahwa personel yang luka ringan telah kembali bertugas, sementara identitas korban akan diumumkan setelah keluarga diberitahu.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang serangan Iran ke enam negara Timur Tengah pada hari yang sama, sebagai balasan atas gempuran AS terhadap wilayah Iran pada Kamis malam hingga Jumat pagi. Pola saling serang antara kedua negara telah berlangsung sejak 7 Juli lalu.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah menyerang Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania menggunakan sepuluh rudal balistik. "Sebagai hasil peluncuran 10 rudal balistik, pusat komando dan kendali musuh di Timur Tengah dan Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania dihantam," kata IRGC dalam pernyataannya. Iran mengancam akan menyerang pangkalan-pangkalan lain di Timur Tengah jika AS terus menyerang wilayahnya.
Serangan Meluas ke Enam Negara
Iran mengumumkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, Yordania, Suriah, Oman, dan Qatar. Di Kuwait, IRGC mengklaim berhasil menghancurkan gudang senjata, dua armada peluncur HIMARS, serta tempat penyimpanan rudal, yang memicu kebakaran besar. Militer Kuwait melaporkan beberapa tentaranya luka akibat serangan drone pada Jumat pagi.
Di Oman, Angkatan Laut IRGC menyerang peralatan radar AS, termasuk radar kontrol lalu lintas maritim di Salameh Rocks dan radar kontrol udara di Ghanem, yang diklaim hancur. Sementara di Suriah, Angkatan Udara IRGC menyerang markas pusat komando operasi khusus AS di At Tanf, menghancurkan sistem radar dan beberapa helikopter. IRGC juga mengklaim sejumlah tentara AS ditangkap atau terbunuh dalam operasi tersebut.
Yordania menyatakan telah mencegat dan menembak jatuh tiga rudal Iran yang memasuki wilayah udaranya tanpa menimbulkan korban jiwa. Namun IRGC mengklaim keberhasilan dalam serangan dua fase terhadap pangkalan jet tempur AS dan pesawat tanker di Yordania menggunakan rudal balistik dan drone.
Di Qatar, militer setempat berhasil menggagalkan beberapa serangan udara Iran. Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan seorang anak luka akibat pecahan peluru dari operasi pencegatan. IRGC mengklaim menyerang Pangkalan Udara Al Udeid yang digunakan AS, menghancurkan sistem radar jarak jauh dan beberapa pesawat tanker.
Iran juga meluncurkan serangan drone ke Pangkalan Udara Al Sakhir di Bahrain, menargetkan area helikopter militer AS dan pesawat patroli maritim P-8. Serangan ini disebut mengenai sasaran.
Sebelumnya, serangan AS pada Kamis hingga Jumat pagi menargetkan infrastruktur jembatan, rel kereta, dan permukiman warga Iran, menewaskan sedikitnya delapan orang. Beberapa pejabat menyebut serangan itu mengenai fasilitas sipil dan infrastruktur telekomunikasi.
Artikel Terkait
Serangan AS ke Iran Memasuki Pekan Kedua, Balas Kematian Dua Tentara di Yordania
Harga Minyak Turun karena Aksi Ambil Untung, Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah Masih Bayangi
AS Balas Serangan Iran di Yordania, Dua Tentara Tewas
AS Bombardir Iran Delapan Malam Berturut-turut, 50 Tewas