Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran, menandai hari kedelapan berturut-turut operasi pemboman. Langkah ini merupakan buntut dari serangan drone dan rudal Iran ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania yang menewaskan dua anggota militer AS dan menyebabkan satu lainnya hilang.
Pusat Komando AS (US Centcom) dalam pernyataannya mengonfirmasi bahwa pasukan AS mulai melancarkan serangan udara baru terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump menyampaikan penyesalan mendalam atas kematian dua prajuritnya. "Kami sangat menyesalkan hal ini terjadi. Kematian mereka demi pengabdian kepada negara kita," ujar Trump kepada NewsNation.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa kematian dua prajuritnya tidak akan sia-sia. Ia bersumpah akan melakukan pembalasan terhadap Iran.
Artikel Terkait
Pezeshkian: Saatnya Akhiri Perang, Iran di Posisi Kuat
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah