Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran, menandai hari kedelapan berturut-turut operasi pemboman. Langkah ini merupakan buntut dari serangan drone dan rudal Iran ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania yang menewaskan dua anggota militer AS dan menyebabkan satu lainnya hilang.
Pusat Komando AS (US Centcom) dalam pernyataannya mengonfirmasi bahwa pasukan AS mulai melancarkan serangan udara baru terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump menyampaikan penyesalan mendalam atas kematian dua prajuritnya. "Kami sangat menyesalkan hal ini terjadi. Kematian mereka demi pengabdian kepada negara kita," ujar Trump kepada NewsNation.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa kematian dua prajuritnya tidak akan sia-sia. Ia bersumpah akan melakukan pembalasan terhadap Iran.
Artikel Terkait
Trump Tak Peduli Lagi dengan Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump Raup Rp 17,95 Triliun dari Bisnis Kripto Sepanjang 2025
Kuwait Cegat Rudal dan Drone Iran, Ketegangan Meluas
Sanchez dan Trump Berpotensi Bertemu di Final Piala Dunia 2026