Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Duel Dua Generasi Messi dan Yamal

- Minggu, 19 Juli 2026 | 10:00 WIB
Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Duel Dua Generasi Messi dan Yamal

Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Spanyol dan Argentina di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, pada Senin dini hari Wita. Pertandingan yang disiarkan langsung TVRI ini tidak hanya mempertaruhkan gelar juara, tetapi juga menyajikan duel dua generasi: Lionel Messi yang berusia 39 tahun melawan Lamine Yamal, simbol generasi baru Spanyol.

Di Makassar, Warkop Enreco di Jalan Boulevard menjadi salah satu tempat nobar yang dipersiapkan. Abdul Rahman Tahir dari komunitas Tangga Art Unhas, penyelenggara acara, mengatakan nobar di sana akan terasa seperti di stadion. "Di sini kita bisa merasakan aura seperti stadion, ada teriakan-teriakan penyemangat dan ada pula teriakan kesal dan kecewa. Namun semua terjaga dalam suasana kondusif dan saling menghargai," ujar pria yang akrab disapa Arman itu, Minggu (19/7/2026).

Setiap pengunjung yang datang akan mendapat kopi gratis, aneka penganan, dan kupon door prize. Warkop ini mampu menampung sekitar 50 orang, bahkan bisa mencapai 100 orang jika membeludak.

Jalan Menuju Final

Spanyol melaju ke final setelah menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal lewat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro. Tim asuhan Luis de la Fuente itu belum terkalahkan dalam 37 laga terakhir dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Argentina, juara bertahan, lolos dengan dramatis setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Inggris 2-1 melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Di atas kertas, Spanyol unggul dalam penguasaan bola dan pertahanan rapat. Namun Argentina memiliki daya tahan dan ketenangan di momen krusial, seperti yang ditunjukkan Messi dengan dua assist di semifinal.

Messi vs Yamal

Pertemuan Messi dan Yamal menjadi pusat sorotan. Messi, yang menyebut final ini sebagai akhir perjalanannya bersama timnas di Piala Dunia, mengoleksi 8 gol dan 4 assist sepanjang turnamen. Yamal, meski belum menjadi pusat permainan, telah beberapa kali menjadi pemicu gol lewat pergerakan dan duel satu lawan satu.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente menegaskan timnya tidak akan melakukan penjagaan khusus kepada Messi, meski tetap memberi perhatian penuh. "Final ini akan menjadi pertunjukan besar dari dua tim hebat," katanya.

Kunci Pertandingan

Pertarungan ritme menjadi kunci. Spanyol akan berusaha mengontrol bola dan memaksa Argentina bertahan dalam, seperti saat menahan Prancis tanpa tembakan tepat sasaran. Namun Argentina justru berbahaya ketika pertandingan berubah emosional dan terbuka. Scaloni menyebut semifinal melawan Inggris sebagai bukti kolektivitas timnya.

Final ini juga sarat sejarah: Spanyol memburu gelar kedua setelah 2010, sementara Argentina mengejar status juara beruntun yang terakhir dicapai Brasil pada 1958 dan 1962. Laga di MetLife bukan hanya soal ketajaman, tetapi juga siapa yang lebih tenang saat rencana tidak berjalan mulus.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags