Film horor komedi Sekawan Limo 2: Gunung Klawih langsung mencatatkan rekor pada hari pertama penayangannya di bioskop, Rabu (27/5/2026). Produksi bersama Starvision, Skak Studios, dan Legacy Pictures itu berhasil meraih 212.469 penonton hanya dalam satu hari pemutaran perdana.
Capaian tersebut menjadikannya film dengan jumlah penonton hari pertama tertinggi sepanjang tahun 2026. Angka itu bahkan dua kali lipat lebih besar dibandingkan pencapaian film pertamanya, Sekawan Limo, yang pada 2024 lalu dibuka dengan lebih dari 100.000 penonton.
Produser film, Chand Parwez Servia, menilai respons luar biasa ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap film lokal. Menurutnya, film tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan kehidupan yang mendalam.
“Jangan mengambil jalan pintas dalam hidup,” ujar Chand. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan penonton Indonesia.
Sementara itu, sutradara sekaligus pemeran tokoh Bagas, Bayu Skak, memandang kesuksesan film pertama menjadi modal penting bagi sekuelnya. Namun, ia menegaskan bahwa cerita kali ini dikembangkan dengan konflik yang lebih dewasa dan kompleks.
“Penonton penasaran dengan kisah lanjutan mereka,” katanya.
Kesuksesan pada hari pertama berdampak langsung pada perluasan jumlah layar dan jadwal tayang. Kini, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih hadir dalam 2.983 show di seluruh Indonesia, tersebar di 482 bioskop di berbagai daerah. Jumlah itu meningkat 34 persen dibandingkan hari pertama, sebagai upaya mempermudah akses masyarakat untuk menonton.
Dari sisi cerita, film ini melanjutkan kisah lima sahabat yang kembali berkumpul tiga tahun setelah pendakian di Gunung Madyopuro. Pertemuan itu terjadi saat perayaan ulang tahun Angel, putri Andrew. Namun, keluarga Andrew tengah menghadapi ancaman tumbal pesugihan, dan perjalanan menuju Gunung Klawih justru membawa petaka baru.
Ketegangan semakin meningkat ketika Juna menghilang ke dunia demit. Meski dibalut nuansa horor, unsur komedi tetap menjadi kekuatan utama film ini. Drama yang lebih emosional turut memperkaya alur cerita.
Inspirasi kisah pesugihan diambil dari cerita masyarakat sekitar Gunung Kawi, sehingga narasinya terasa lebih dekat dengan budaya lokal. Film ini dibintangi oleh Bayu Skak, Nadya Arina, Benedictus Siregar, Indra Pramujito, Jihane Almira, Elsa Japasal, Joshua Suherman, Ferry Salim, dan Gisella Anastasia.
Bayu menegaskan bahwa film ini menghadirkan hiburan yang lebih lengkap dibandingkan pendahulunya. “Komedinya lebih lucu, konfliknya lebih kuat,” ujarnya.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Libur Idul Adha, 41 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta
Pemakaman Militer Ryamizard Ryacudu Berlangsung Khidmat di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara Penghormatan Terakhir
Jalan Lenteng Agung Raya Arah Selatan Ditutup Sementara Mulai Siang Ini untuk Perbaikan Jalan Ambles
Pertamina Patra Niaga Resmi Turunkan Harga Avtur 10 Persen per 1 Juni 2026